Tiga Anak & ABO Incompatibility

Halooo! Akhirnya nulis lagi setelah bertahun-tahun… *maluuuu*

Tapi, anywaaay… Kali ini mau berbagi tentang ABO Incompatibility atau ketidakcocokan golongan darah ABO pada ibu dan bayi baru lahir. Alhamdulillah, tanggal 7 Mei kemarin saya dan Ei dititipkan lagi amanah nomor 3 oleh Yang di Atas, dan diberi nama Yusuf Rasyid Aulia. Yusuf lahir dengan berat 3,3kg, paling berat dibandingkan kakak-kakaknya. Kondisi lahirnya juga bagus, APGAR-nya 9/10, lebih baik dari Triya waktu lahir, walaupun pas keluar ternyata air ketubannya sudah ‘tua’. Hehe.

Proses persalinan Yusuf ini tergolong cepat dan alhamdulillah gampang. Proses pemulihan saya pun rasanya cepat. Hari kedua aja sudah fit banget rasanya, dan  dokter obgyn saya sudah memberikan OK untuk saya pulang. Tapi waktu itu kita masih menunggu hasil cek darah Yusuf untuk mengukur kadar bilirubinnya.

Saya dan Ei sudah sama-sama menduga bahwa bilirubin Yusuf pasti agak tinggi – karena pasti ada ABO incompatibility. Triya dan Reina waktu itu juga selalu kuning, karena golongan darah saya O, dan Ei A, sehingga anak-anak hampir 100% akan bergolongan darah A.

Perbedaan ini tidak masalah ketika si bayi masih berada di rahim ibunya. Tapi setelah dia lahir, dan tubuhnya menjadi satu “sistem” yang terpisah dari ibunya, tubuhnya menganggap darah O yang ada di dalam tubuhnya sebagai benda asing, sehingga sel darah putihnya memecah si sel darah O dan hasil pemecahannya itulah yang menjadi bilirubin. Jadi bilirubin ini sebenarnya tidak bahaya – kalau dalam kadar yang normal. Biasanya, kadar normal di 48 jam setelah lahir itu adalah di bawah 10. Kalau normal, bayi boleh pulang. Kalau di atasnya, tergantung keputusan dokter. Dalam banyak kasus, kalau bilirubin tinggi, maka bayinya harus menjalani fototerapi atau disinar dengan sinar khusus yang menyerupai sinar matahari terkonsentrasi. Sinar ini membantu tubuh bayi memecah sel asing menjadi bilirubin, dan dibantu dengan ASI atau susu akan didorong keluar lewat pup atau pipis bayi.

Screen Shot 2018-05-29 at 11.57.56

Akhirnya hasil cek darah keluar, dan Yusuf bilirubinnya 9. Jadi, boleh pulang! Saya dan Ei luar biasa senang, karena artinya Yusuf nggak perlu disinar! Kita berpikir, mungkin karena Yusuf agak lebih besar badannya, maka badannya lebih bisa memproses si ABO incompatibility ini dengan lebih ‘baik’. Sejujurnya saya dan Ei sebelumnya agak deg-degan karena pada saat itu ASI saya belum keluar, sementara Yusuf harus banyak minum supaya tidak kuning. Apalagi kalau ternyata dia harus disinar, berarti akan perlu banyak ASI. Jadilah di hari kedua itu saya langsung minta ASI donor dari seorang teman baik di sekolah yang sebulan sebelumnya juga baru melahirkan anak laki-laki. Alhamdulillah, ASIPnya banyak, dan dia bersedia jadi ibu susunya Yusuf.

Jadilah, jam 7 malam, tanggal 9 Mei – kurang dari 48 jam setelah Yusuf lahir, kita boyongan pulang. Hore! Malam itu, ASI saya mulai keluar, jadi semakin semangat. Antara nenenin, pumping, sama pijat payudara karena mulai terasa bengkak. Setiap pagi Yusuf juga dijemur, dan kita agak yakin dengan kondisinya.

Screen Shot 2018-05-29 at 11.59.13Tanggal 11 Mei, ketika kontrol ke dokter, Yusuf mulai kelihatan kuning lagi. Dan ketika dokter lihat, beliau langsung minta cek darah lagi, karena kayaknya kuning sekali, plus berat badannya turun. Jadilah kita cek bilirubin lagi, dan ternyata, sodara-sodari, bilirubinnya di hari keempat itu adalah 23! DOENG! Dokter pun langsung bertitah: harus fototerapi malam itu juga. Menangislaahhh saya dengan bombaynyaaaa (tentunya setelah Yusuf di-check in-in di NICU dan saya sudah masuk mobil). Ternyata, walaupun kita udah tahu bahwa emang anak-anak kita ABO incompatible dan harus disinar, ketika vonis itu keluar dari dokter tetep aja rasanya gimanaaaaa gitu. Hahaha.

Selama 2 hari 3 malam, mulai dari 11 Mei jam 9 malam sampai 14 Mei jam 8 pagi Yusuf disinar. Saya dan Ei bolak-balik minta ASIP dari teman baik saya, pumping, dan mengantar ASIP tersebut di RS. Karena bilirubinnya tinggi sekali di hari keempat, di 1,5 hari pertama dia pakai 2 lampu + biliblanket. Setelah itu biliblanket distop, dan setelah itu turun ke 1 lampu. Di hari terakhir, bilirubinnya sudah turun jadi 9 dan akhirnya Yusuf boleh pulang. Alhamdulillaah banget atas ASI donor dari ibu susunya Yusuf, mbak Vera, Yusuf cukup minum, cepat turun kadar bilirubinnya, dan pas pulang beratnya naik 1ons dari berat lahir! I can’t thank mbak Vera enough… ♥

Karena pengalaman 3 kali dengan kasus ABO incompatibility ini, jadi saya dan Ei ingin berbagi beberapa pointer, boleh yaaa…

  • Kalau ibu bergolongan darah O, dan ayah bergolongan darah A atau B, maka ada 50% kemungkinan anak mengalami ABO incompatibility. Ini hanya terjadi pada ibu bergolongan darah O.
  • Ketika anak lahir, dan ternyata bergolongan darah A atau B, kemungkinan besar akan kuning karena ABO incompatible; dan kemungkinan harus disinar. Jadi, mulailah berdiskusi dengan suami – kalau ASI ibu belum keluar banyak, apakah mau cari ASI donor, atau mau sufor ketika bayi disinar. Karena bayi akan perlu minum banyaaaaak saat disinar. Please, nggak usah takut sufor akan ‘merusak’ bayi. Yang utama adalah bayi sehat!
  • ABO incompatibility ini termasuk kondisi yang cukup umum, jadi jangan khawatir. Selama kondisi bayi selalu dipantau dokter, insyaallah aman semua kok!
  • Kalau boleh pulang, pantau kadar “kekuningan” bayi. Karena kalau kuning sekali, dan kadar bilirubin sampai di atas 25, harus ada tindakan medis yang darurat.
  • Kalau kamu seperti saya dan Ei yang otaknya selalu pengen cari penjelasan dan kejelasan dari sana-sini, bisa coba web tool ini, namanya Bilitool.org. Di sini kita bisa masukin tanggal lahir dan jam lahir bayi, serta kadar bilirubin di saat tertentu, dan web ini bisa memberi tahu apakah kadar bilirubin tersebut normal, atau relatif tinggi, serta apa tindakan medis yang perlu diambil sesuai dengan kadar bilirubin dan waktu  pengukuran bilirubin. Jadi membantu banget dalam memberikan ketenangan jiwa. Hahaha.

Demikian kira-kira yang bisa saya share mengenai ABO incompatibility yaah.. Semoga menambah khasanah pengetahuan kita semua… *halah*

Salam manis dari si jrembil!

Screen Shot 2018-05-29 at 12.00.27

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s