Cari Sekolah untuk Triya #3: Insan Cendekia Madani BSD

Sesuai rencana – walaupun moloor banget – sekolah kedua yang disurvei adalah Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM) BSD. Letaknya dekat dengan Cikal Serpong, hanya beda arah belok setelah keluar tol BSD/Pamulang. Kesan pertama… Ya Allaaaah, ini sekolaaaah cakep amaaaaatttt!!! *oke maaf, agak lebay…*

Sebelum saya survei ke ICM, kebetulan kakak-kakak ipar saya + suami sudah pernah datang ke ICM, tapi hanya sekedar masuk, lihat-lihat, dan keluar lagi. Penyebabnya adalah salah seorang kakak ipar yang jatuh hati dan akhirnya memutuskan untuk mendaftarkan salah satu anaknya di sana. Jadi memang sudah ada bayangan di benak saya mengenai ICM BSD ini – betapa gedungnya bagus, luas, ada kolam koi yang panjaaaang, ada kolam renang, petting zoo, dan lain-lain. Tapi setelah melihat sendiri, kekaguman itu tetap masih ada. Memang ICM BSD ini secara fasilitas luar biasa banget.

Berdiri di atas lahan seluas 10 hektar, ICM mempunyai 2 bangunan asrama (putri dan putra), 3 gedung sekolah (PG-TK-SD, SMP, dan SMA) lengkap dengan laboratorium dan perpustakaan, 3 kolam renang, lapangan basket, lapangan tenis, lapangan futsal, mesjid, serta GOR yang baru dalam tahap pembangunan pondasi. Iya, ada kolam koi yang panjaaaang, dan di sampingnya ada rumput hijau dan wahana permainan yang tersebar di sana-sini. Iya, kalau mau pergi dari satu gedung ke gedung lain guru-guru dan karyawan akan naik mobil buggy ala di lapangan golf. Iya juga, mesjidnya gedeee dan bangunannya masih gres semuanya.

Lalu bagaimana dengan matriks acuan saya? Berikut ini hasil rangkuman survei singkat ke ICM BSD:

matriks ICM BSD

Jadi, survei ke ICM ini sejujurnya tidak sekomprehensif survei ke Cikal. Penyebabnya ada 2 hal, yaitu jam datang saya yang sudah mepet dengan jam istirahat siang sehingga waktunya sedikit; dan karena ibu staf yang mengantarkan saya berkeliling kelihatannya kurang bisa mengakomodasi pertanyaan seputar cara belajar siswa. Jadi di poin itu masih kurang tergali. Tetapi ketika saya menyinggung cara belajar siswa di Cikal yang relatif student-centered dan pendekatannya multi-intelegensia, ibu staf juga mengatakan bahwa pendekatan belajar di ICM pun seperti itu. Dan kalau melihat ruang kelas PG dan TK-nya memang terlihat mirip sekali dengan Cikal. Untuk SD sayangnya kemarin kami tidak sempat naik ke lantai 2 tempat ruang kelas SD, tapi secara umum penataan ruang kelas dan suasana belajar memang terlihat mirip seperti yang saya temui di Cikal.

Buat saya, poin plus yang paling utama dari ICM adalah bahwa sekolah ini berbasis agama, tapi punya pendekatan yang lebih modern dalam hal belajar-mengajar dan mendidik. Ei selalu menekankan tentang pentingnya hafalan surat-surat pendek – satu hal yang dia dapat dari 9 tahun sekolah di Al Azhar dan yang sangat dia banggakan dan hargai – sebagai modal dasar membangun agama buat anak-anak. Buat Ei, menghafal surat-surat pendek itu ketika dilakukan bersama dengan belasan dan puluhan teman jadi terasa mudah dan menyenangkan. Dia bukan lagi sesuatu yang sekedar “harus” tapi jadi sesuatu yang “kan memang harus?”. Buat Ei, menghafal juz 30 itu bukan beban, karena dilakukan dalam sebuah struktur yang menyenangkan: sekolah dan teman-teman. Buat saya, menghafal juz 30 itu jadi beban setor nilai, yang hanya saya hafal menjelang setoran, dan setelah itu lupa. Jadi ketika di ICM ada Tilawah dan Tahfidz Quran, di mana juz 30 akan dihafal bersama-sama sampai kelas 6 SD, saya merasa ini akan bisa menjawab kekhawatiran Ei.

Hal ini diperkuat lagi dengan pendekatan pendidikan yang lebih modern dibandingkan sekolah-sekolah islam yang sudah “umur”. Metode belajar yang student-centered dan active learning, tidak ada PR, ada penggunaan dan pembiasaan bahasa Inggris setiap hari kepada siswa (walaupun bukan sekolah bilingual, baru pakai kurikulum Cambridge di SMP dan SMA), dan suasana belajar yang dibuat menyenangkan.

suasana ICM

Satu hal lagi yang susah juga dipungkiri dan dilupakan adalah lingkungan dan fasilitas sekolah yang memang kondusif untuk belajar. Pohon-pohonnya hijau dan rindang, suasana tenang, lahan yang luas dan ada tempat untuk bermain yang tersebar di beberapa titik. Untuk gedung PG, TK, dan SD yang terpisah dari bangunan SMP dan SMA juga menyenangkan, tempat mainnya luas, ada tempat bermain seperti di Playparq Bintaro yang juga luas, dan ada kolam renang sendiri.

Untuk ruang kelas PG dan TK juga besaaar, dan di dalam ruang kelas ada banyak stimulus dan hasil karya siswa yang dipajang. Di area ini nggak ada fotonya ya, soalnya sama ibu guru yang mengantar saya keliling nggak boleh foto-foto.. hehe.. Tapi di dalam kelas suasananya mirip dengan di Cikal – ada corner-corner yang berbeda untuk anak-anak belajar dan bermain. Ukuran kelasnya malah relatif lebih besar. Nanti di PG akan ada 10 orang tiap kelas, dan di TK 15 orang tiap kelas.

Sekarang, untuk uang sekolahnya memang angkanya cukup tinggi, beda tipis dengan Cikal BSD kemarin. Untuk masuk SD, uang pangkal (atau infaq pendidikannya) sebesar Rp. 45 juta dan uang bulanan Rp. 3,6 juta. Yang lebih menarik dari Cikal BSD adalah, uang bulanan tersebut sudah termasuk makan siang dan snack, antar-jemput s/d 10km, biaya ekskul, biaya seragam dan modul, serta field trip dan kegiatan sekolah lain. Jadi, secara keseluruhan, biayanya masih kurang lebih sama (kalau nggak sedikiiiiitt lebih murah) dibandingkan dengan sekolah lain yang saya tahu (seperti Cikal BSD dan Tara Salvia, hehe).

Demikiaaaann hasil laporan singkat kunjungan ke ICM. Kelihatannya sih kami tertariiiikk.. nanti dikabarkan lagi yaahh.. hihi.. Semoga membantu!

Advertisements

10 thoughts on “Cari Sekolah untuk Triya #3: Insan Cendekia Madani BSD

  1. arum says:

    Assalamualaikum…
    Saya juga jatuh cinta sama sekolah ICM ini, ademmmm banget rasanya begitu masuk kawasan ICM apalagi waktu pertama kami survey mendekati waktu sholat Zuhur dan kami papasan sama murid2 SMA yang akan melaksanakan sholat jamaah di masjid, makin sejuk ngeliat pemandangannya dan langsung mantep masukin anak kesini…
    Alhamdulillah anak saya masuk TK A ICM tahun 2017 ini…

  2. ICMGOBLOK says:

    GAK DIREKOMON UNTUK SEKOLAH DI SEKOLAHAN BLANGSAT INI. PERCAYA AMA SAYA KALO SEKOLAH INI CUMAN BU ALIAS BUTUH UANG. ORANG TUA JANGAN MAU DI CUCI MATA AMA FASILITASNYA. ALHASIL ANAK ICM SAMA SAJA KAYA ANAK SEKOLAH SWASTA LAINNYA. HARGA MAHAL TERUS MINTA UANG MULU. BIAYA SPP AKAN NAIK SETIAP TAHUN SEKISAR 300.000 . GAUSAH MASUK ICM! ORANG TUA JANGAN MASUK ICM! BANYAK BACOT DOANG PROGRAM MAH GAJALAN. YANG PUNYA AJA KUROPTOR ALIAS TAMSIL LINRUNG ANGGOTA PKS YANG SALAH SATU PELAKU KORUPSI E-KTP. SAYA GAK BOHONG INTINYA JANGAN MASUK ICM. GAK REKOMENDED. SEKOLAH AJA DI SEKITAR ICM ITU ADA TARUMA NEGARA, SINAR CENDEKIA, MAN IC, YUPENTEK, PUSPITEK, JAGAT ARSY. INI SEKOLAH ISLAM GAGAL.

    • Nn says:

      Banyak kekurangan, semua sekolah jg begitu ibu/bpak. Tidak perlu mengumpat orang akan tau dengan sendirinya. Bisa dilihat dari lulusannya saja..saya pribadi bangga menjadi bagian didalamnya. Untuk SPP naik 300.000 pertahun wajar, beras ama cabe aja naik. Kami kerja jg butuh digaji..kami punya keluarga yang harus dinafkahi. Semoga bpak/ibu bisa lebih bijak dalam berkomentar..terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s