Cari Sekolah untuk Triya #1: Matriks Pertimbangan Sekolah

Dengan semakin hebohnya perjuangan mamak-mamak mencari sekolah buat anak-anaknya – mulai dari preschool sampai SMP dan SMA – maka semakin paniklah saya mencari sekolah yang kira-kira pas untuk Triya yang dua tahun lagi (yup, DUA tahun lagi) akan masuk SD. Bukan, bukannya lebay dan sok idealis, tapi lebih kepada supaya tahun depan pas mulai daftar-daftar (yang mulainya bulan September-November yaaa) saya dan suami sudah nggak perlu kebat-kebit cari sekolah.

Pertimbangan mengenai SD Triya ini sudah memasuki diskusi tahun kedua antara saya dan Ei. Diskusi dimulai dari keinginan mencarikan SD yang nyaman buat Triya, baik secara jarak, fasilitas, dan kurikulum. Tahun lalu kami sempat ingin memindahkan dia dari preschool-nya di Bumi Bambini  ke TK yang nyambung dengan SD, sehingga kami nggak perlu lagi melalui drama-drama mendaftar, rebutan formulir, dan tes masuk SD. Tapi akhirnya kami berdua memutuskan tetap menyekolahkah Triya karena: 1) mamaknya males dan pusing cari-cari sekolah, hahahaha; dan 2) Triya masih senang dan sudah kerasan di Bambini, dan lingkungan Bambini yang luas dan hijau buat saya dan Ei adalah satu fasilitas unik untuk Triya belajar.

Tahun ini, diskusi ini nggak bisa lagi ditunda-tunda. Dan kami memutuskan untuk memulai dengan membuat daftar poin-poin penting yang menjadi pertimbangan kami memilih sekolah. Begini penampakannya:

Matriks Pertimbangan Sekolah

Seperti yang bisa dilihat, penekanan pada agama masih tetap jadi poin yang (paling) penting, atas dasar dua hal: 1) menurut saya dan Ei pengenalan dan pembelajaran agama di sekolah itu penting untuk memberikan ‘struktur’ dan penekanan atas nilai-nilai agama yang diperkenalkan di rumah. Kalau di rumah mungkin Triya berpikir bahwa yang melakukan suatu hal tertentu hanya dia saja dan bahwa dia terpaksa, tapi mudah-mudahan kalau melihat teman-teman dan guru melakukan maka dia lebih paham dan lebih tidak merasa terpaksa. Poin 2) ibu kan katanya memegang peranan penting untuk pendidikan anak ya, berhubung (biasanya) lebih banyak menghabiskan waktu dengan anak. Nah, dalam hal pendidikan agama nih saya agak memble… Terutama dalam hal hafalan surat dan bacaan-bacaan komplementer sholat. Jadi baiknya hal ini didukung oleh pihak lain yang lebih mampu. Pilihannya sih bisa dua ya, apakah dimasukin TPA atau les Iqra gitu, atau sekolah dengan pemahaman dan pembelajaran agama yang baik. Pilihannya sejauh ini jatuh ke yang kedua. Dan, more often than not, Ei mengusulkan sekolah berbasis agama (lulusan Al Azhar soalnya dianyaaa…)

Pembahasan tentang agama ini sering kali bentrok dengan harapan saya untuk menyekolahkan Triya di sekolah yang lebih tidak konvensional dan punya pola ajar lebih progresif. Misalnya, Gemala Ananda dan Tara Salvia. Buat saya, sekolah umum tidak masalah, karena bagi saya yang penting dari agama adalah nilai-nilai yang ia ajarkan dan tanamkan. Hafalan boleh ala kadar, tapi Triya harus jadi anak yang baik hatinya, peka terhadap lingkungan, sederhana, ringan tangan, sopan, kritis, senang belajar dan bisa menerima dan menghargai perbedaan (panjang yaa bookk!!). Menurut saya (tolong jangan ditimpukin duluuu), sebagian sekolah berbasis agama islam masih belum bisa memberikan hal ini.

Sebagai mana rumah tangga yang sehat, saya dan Ei pun jadi sering silang pendapat soal hal ini. Menurut Ei, poin-poin ideal yang saya harapkan dari sekolah itu adalah nilai-nilai yang bisa diajarkan di rumah; sementara karena saya memble dalam hal hafalan surat dan doa, jadi hal ini kita delegasikan ke sekolah untuk bisa mengajarkan. Menurut saya, it takes a village to raise a child. Jadi walaupun nilai-nilai tersebut memang harus ditanamkan dari rumah, sekolah dan teman-teman adalah lingkungan yang penting buat Triya melihat nilai-nilai tersebut diaplikasikan dan diperkuat.

Jadiii, sampai hari ini kami berdua masih punya kecenderungan masing-masing yang masih coba dijembatani dengan serangkaian survei ke banyak SD di sekitaran Bintaro, BSD, dan Jakarta Selatan pinggir (baca: Pondok Pinang, Pondok Indah). Harapannya adalah setelah survei ini kami bisa menemukan sekolah yang pas untuk Triya belajar, bermain, dan berteman; yang bisa mengajarkan dia nilai-nilai penting di agama dan buat hidupnya.

Demikian sesi curhat malam ini ya man-teman… Di postingan selanjutnya saya akan share hasil survei ke Cikal BSD, tunggu yaa..

*) untuk yang mau mengunduh versi PDF dari matriks di atas, bisa di tautan ini ya… 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s