Introducing: Baby Reina!

Hai kawans! Lama tak jumpa!

Terakhir nulis masih ibu satu anak, sekarang alhamdulillah sudah jadi ibu dua anak, heuheuhe.. 🙂 Dan, berikut ini adalah adiknya Triya, namanya Reina. Salam kenal!

Screen Shot 2014-08-05 at 9.42.30 PM

Ternyata, seperti kata teman saya Hanna – and I couldn’t agree more – punya anak dua itu capeknya bukan dobel, tapi eksponensial. Dan karena itu juga saya jadi tahu kenapa adik saya dulu fotonya lebih sedikit dari saya. Karena ketika sudah punya dua anak – boro-boro ingat mau foto-foto, kadang mau mandi saja harus curi-curi waktu. 😀 Alhasil, foto Reina memang lebih sedikit daripada foto-foto Triya dulu.. hiks!

Kalau dibandingkan dengan pengalaman pra dan pasca melahirkan Triya dulu, prosesnya Reina alhamdulillah relatif lebih mudah. Kehamilannya sama-sama tidak memberatkan, proses persalinannya juga (sekali lagi alhamdulillah) nggak terlalu sulit. Setelah Reina pulang ke rumah juga nggak terlalu banyak khawatir karena sudah pernah mengalami hal yang sama dengan Triya. Apalagi waktu Triya dia sempat kuning banget dan harus disinar selama 5 hari, sementara dengan Reina dia lebih sehat sejak lahir dan “hanya” perlu disinar 24 jam. Belajar dari pengalaman Triya dan Reina, kalau nanti ada adiknya lagi, harus siap-siap ASI donor sejak hari pertama! Karena golongan darah saya O, dan Ei A, jadi hampir pasti anak kami punya masalah ABO incompatibility yang menyebabkan dia akan kuning. Jadi, daripada menunggu ASI saya keluar dan belum banyak dan dia harus disinar dan kehausan, lebih baik dari hari pertama sudah diberi ASI donor. Hehehe.

Dengan Reina sekarang juga saya jauh lebih santai dibandingkan dengan ketika Triya baru lahir. Saya bahkan sudah bisa menitipkan Reina ke ART saya (yang memang kebetulan punya adik kecil dan sudah terbiasa mengurus bayi) sejak dia berumur 2 bulan. Awalnya cuma ke Hero, lalu berani untuk ikut kelas yoga di dekat rumah, sampai sekarang Reina umurnya 3,5 bulan saya bisa pergi selama setengah hari. 😀

Penerimaan Triya terhadap Reina juga alhamdulillah positif. Awalnya saya sempat khawatir Triya akan cemburu besaaar! Tapi saya salah besaaar! Yaa, memang sih, ada momen-momen di mana Triya nggak mau saya lepas sama sekali walaupun adiknya nangis-nangis (misalnya, dan terutama, pada saat Triya sedang mengantuk atau cranky). Tapi selain itu, she’s been a great big sister. Dia suka cubit-cubit pipi Reina sambil bilang, “T(r)iya gemes mam!”. Atau langsung cium-cium pipi adiknya ketika bangun tidur. 🙂

Screen Shot 2014-08-05 at 9.55.40 PM

Tapi, memang dengan adanya dua anak ini, salah satu kebahagiaan terbesar adalah ketika mereka tidur di saat yang bersamaan. That’s when mamam gets some quiet time to sleep, or open up her laptop. 🙂 Good nite!

Triya Reina

 

Advertisements

4 thoughts on “Introducing: Baby Reina!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s