4 Bulan Tanpa Ngeblog. Rekor!!

Time flies. And imagine how quickly 4 months fly! Tanpa satu pun postingan!!!!

Sebagaimana pengalaman sebelum-sebelumnya, biasanya kalau nggak sempat ngeblog itu tandanya lagi sibuk alias banyak kerjaan. Dan empat bulan terakhir ini kayaknya perpaduan dari banyak kerjaan, banyak keriaan dan banyak kemalasan yang akhirnya berujung di posting rangkuman 4 bulan terakhir ini.. heuheuhe..

Empat bulan ini Triya udah tambah gede. Sekarang udah jalan 22 bulan, udah disapih karena mamamnya ternyata udah hamil dari bulan Juli kemarin, dan udah mulai disiapin untuk tidur sendiri di kamarnya. Tadinya Triya mau kita pindahin ke kamarnya setelah si Bebeb lahir. Tapi setelah baca sana-sini, akhirnya memutuskan kalau perubahan-perubahan yang (harus) ada itu sebaiknya dilakukan sebelum si Bebeb lahir supaya Triya nggak merasa bahwa semua harus berubah karena ada adik kecil ini. Jadi sekarang kita sedang siap-siap secara mental – baik Triya maupun mamam-bapaknya – untuk mindahin Triya ke kamarnya.

Empat bulan ini juga kerjaan mulai banyak. Triya udah mulai gede dan bisa ditinggal-tinggal sama mbaknya, jadi mamamnya mulai berani (kadang kelewatan juga sih) ngambil kerjaan yang lebih banyak. As per now, ada empat kerjaan yang lagi dijuggling: ngajar di kampus, freelance di konsultan komunikasi, part time di satu project dan satu bisnis. Jadilah dari 5 hari kerja, 3-4 hari biasanya pasti keluar rumah. Dan itu bikin kangen Triya banget. On top of bikin capek dan belajar menerima kemacetan Jakarta. Tapi semua harus dinikmati dan dijalani, ya toh?? Alhamdulillah masih ada yang mau hire ijke.. 😉

Empat bulan ini juga mamahku sakit dan nggak bisa jalan karena sarafnya ada yang kejepit. Setelah dipikir-pikir, mungkin itu juga yang makan waktu cukup banyak. Perubahannya lumayan drastis – baik secara fisik maupun mental – karena si mamah itu doyan banget jalan. Sekarang dia harus diam tiduran terus di tempat tidur. Jadi dinamika keluarga juga berubah dan banyak penyesuaian yang harus dilakukan. So far, so good. Dan sejujurnya saya salut sama si mamah yang ternyata cukup kuat dan positif menghadapi cobaan yang ini. Kudos, mamici!

Lantaaaas… apa lagi ya? Ooo, yang terkini adalah, saya dan Ei memutuskan untuk menunda menyekolahkan Triya. Nanti aja deh, tahun depan. Jadi sebagai gantinya kita memutuskan untuk berinvestasi di ensiklopedi anak. 🙂 (cerita lengkap di postingan terpisah ya..)

Sampai di sini dulu ya, update-nya.. 😀

Advertisements

4 thoughts on “4 Bulan Tanpa Ngeblog. Rekor!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s