Ramadhan hari 1: Harinya si Bebek

Alhamdulillah, Ramadhan tlah tiba! Hore! Hore! Hore! 😀

Alhamdulillah, tahun ini puasa Ramadhan yang “pertama” lagi.. Kalau tahun lalu adalah Ramadhan yang pertama dengan kehadiran si Bibil alias Triya, maka tahun ini adalah Ramadhan yang pertama lagi di Jakarta dan di rumah baru. Senang? Jelas…

Jadi, dengan bergesernya domain ke laquesta.me, harapannya sih supaya saya jadi lebih merasa terpacu untuk update blog dengan lebih rutin dan teratur. Dan, rasanya momen Ramadhan ini jadi momen yang pas untuk banyak refleksi dan banyak belajar, dan hasilnya bisa dishare di blog. Dengan demikian, rencana 1 post 1 hari selama Ramadhan pun muncul dan dimulai hari ini.

Pembelajaran hari ini datang dari si Bibil, ketika dalam perjalanan dari rumah mama di Joglo, ke rumah saya di Bintaro. Karena masih siang, perjalanannya memakan waktu sekitar 40 menit. Saya nyetir, Triya duduk di carseat di belakang saya. Karena sudah menjelang jam-jamnya nenen, Triya sedikit cranky. Dan, setiap kali Triya mulai cranky, senjata andalan si mamam adalah nyanyi! Hahaha.. Bukannya karena suaranya bak biduanita, tapi karena dari kecil Triya terbiasa dinyanyiin aja segala macem. Jadi biasanya nyanyi bisa bantu dia untuk lebih tenang.

So there I was, singing to my daughter.

Akyu: Triya mau dinyanyiin apa? Cicak?

Triya: Cicak

A: (mulai nyanyi cicak-cicak di dinding, sampai kepotong Triya ngomong)

T: agi! agi!

A: Lagi apa? Nyanyi? Lagu cicak apa lagu bebek?

T: Bebek

A: (mulai nyanyi potong bebek angsa, sampai kepotong Triya ngomong)

T: agi! agiii! agiii!!

A: Lagi apa? Triya mau lagu apa? Lagu bebek lagi?

T: Bebek!

A: (mulai nyanyi potong bebek angsa, sampai kepotong Triya ngomong)

T: agii!! agiii!! agiiii!!!

…dan demikian seterusnya sampai kira-kira 10 menit. Setiap kali mulai nyanyi lagu yang dia suka (ataupun nggak suka), Triya akan teriak “Agii! agiii!!” – minta ganti lagu atau ngulang lagunya. Lama-lama si mamam mulai spaneng juga, dan mulai ngomong dengan nada kenceng sama Triya.

A: Triya mau lagu apa?? Kan mamam lagi nyanyi lagunya.. Kalo Triya ngomong terus mamam nggak nyanyi!

T: (mulai ngerengek)

A: (mulai nyanyi lagi)

…dan episode itu masih berlanjut terus, dengan gue yang merasa rada kesel karena Triya teriak-teriak dan motong lagu yang dia minta, dan Triya yang terus teriak-teriak. Akhirnya mungkin berkah Ramadhan datang, atau entah apa, akhirnya gue menyerah, dan mengulang nyanyian setiap dia mulai protes. Lagu bebek baru dua baris udah diulang lagi. Lagu cicak baru tiga baris udah diulang lagi. Lagu kuda baru mulai udah dipotong. Balik lagi ke lagu bebek yang cuma bertahan tiga baris. Terus begitu sampai kita sampai di rumah.

Capek? Jelas… Tapi yang capek cuma mulut, hatinya batal capek karena udah diputuskan untuk nyanyi aja supaya Triya seneng. Lagian, berapa lama lagi sih, gue bisa nyanyi buat dia sebelum dia bener-bener nggak mau dengerin gue nyanyi?

Si Bibil bobok

Advertisements

2 thoughts on “Ramadhan hari 1: Harinya si Bebek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s