Catatan tentang Serah Terima Rumah Baru

Namanya pindah rumah dan punya rumah baru pasti seru-seru-seram yaa?? Mulai dari bebenahnya, bebersihnya, dan lain sebagainya. Dan, awal Februari kemarin, saya, Ei dan Triya baru mengalami pindahan ke rumah baru. Ceritanya panjang dan lama.. beda tipis sama Coki-coki. :D Tapi, dari cerita yang panjang dan lama itu, akhirnya ada beberapa poin pembelajaran yang saya rasa worth sharing buat sodara-sodari sekalian.. Jadi, buat yang blank banget soal properti (baca: saya), it’s good to know a few things:

  • Bangun rumah itu memang harus cerewet sama tukang. Kadang, pemahaman kita dan tukang agak beda soalnya. Jadi, if you have time and energy, pantaulah setiap hari pembangunan rumahnya. Kalau nggak, harus ekstra detail ngasih tahu keinginan-keinginan kita.
  • Kalau beli rumah dari developer, harus ekstra cerewet dan hati-hati di tahap pembangunan, dan pada saat serah terima rumah.
  • Instalasi air itu penting banget. Jadi, kalau memungkinkan, pantaulah dengan seksama proses intalasi air – sambungan pipa, lem antara sambungan pipa, ukuran pipa untuk saluran buangan, dll.
  • Acuan standar untuk instalasi listrik adalah: di atas terus (jadi kira-kira deket plafon), baru turun di titik listrik (misalnya stop kontak, titik AC, dll)
  • Acuan standar untuk instalasi air adalah: di bawah terus (jadi kira-kira deket dengan lantai),  baru naik di titik air (misalnya, sink, shower, dll) — kecuali kita minta spesifik instalasi air di atas, supaya gampang kalo ada yang bocor atau apa.

Nah, hal-hal di atas ini baru saya ketahui ketika saya diminta Ei untuk bantu ngawasin tukang yang lagi renovasi rumah. Sebelum ceritanya lanjut, perlu diketahui juga kalau rumah yang saya tempati sekarang adalah rumah baru, yang belum pernah ditempati, tapi sudah serah-terima dari developer. Rumahnya di daerah Bintaro Jaya Sektor 9. :D Selanjutnya, untuk renovasi ini kita pakai tukang langganan sendiri. Yang direnovasi cukup banyak, tapi tidak ada yang major. Misalnya, kita bobok tembok untuk nambahin glass block, bobok tembok di bawah tangga untuk nambahin storage space, nguruk tanah di bagian belakang dapur dan dikeramik supaya bisa jadi area servis tambahan, pokoknya gitu-gitu lah. Nggak pakai nambah dak atau apa gitu yang perlu nambah struktur. Oiya, sebelum kita masuk, ternyata ada kebocoran di atap yang menyebabkan plafon yang terbuat dari GRC, jebol, di salah satu kamar. Dan, berdasarkan info, kebocoran masih termasuk dalam garansi developer selama 1 tahun (yang artinya sekarang ini masih termasuk). Jadi kita pun mengkontak developer untuk ngebetulin plafon yang jebol ini di pertengahan Januari, ketika kita pertama kali melihat rumah ini. Selain itu, kita juga hire tukang sendiri untuk renovasi-renovasi lain. Proses renovasi berjalan, dan di tengah proses renovasi – ketika air mulai banyak dinyalakan dan kamar mandi mulai dipakai – muncullah bocor-bocor di mana-mana. Tepatnya di: kamar mandi kamar utama, kamar mandi pembantu, dan sink dapur. Kebocoran-kebocoran di dalam ini sudah nggak bisa diklaim ke developer lagi karena sudah lewat waktu garansinya (yang kalo nggak salah hanya 3 bulan – untuk tembok retak-retak dan instalasi air). Jadi, tukang kita pun mulai menelusuri penyebab kebocoran ini. Ternyata masalahnya lebih besar dari dugaan kita: saluran pembuangan bocor, sambungannya nggak dilem, sehingga pembuangannya jadi menetes ke bawah, dan tembus ke plafon lantai bawah. Dan, yang lebih parah lagi, ternyata lantai di bawah kamar mandi itu cuma di cor seadanya. Hanya sekedar diawur pasir, dan dilapis semen, setelah itu ditutup kramik! ARGH! Masalah kualitas bangunan ini banyak banget yang mengecewakan. Tampilan luarnya memang cantik, tapi ternyata dalamnya rada ble’e… Selain lantai yang nggak dicor dengan sempurna, dinding juga aciannya rada ble’e. Berhubung Ei dan saya prefer untuk ngebor sendiri beberapa benda di dinding, we know perfectly well about this wall. Banyak banget fisher yang nggak ‘nggigit’ ke tembok, dan akhirnya kita harus geser titik ngebornya. Dan, awal ngebornya keras karena harus ngebor keramik, tapi abis itu los banget, karena cuma ketemu bata aja, dan aciannya sekenanya banget… Ya well, nggak bisa nyalahin juga ya, namanya juga kerjaan developer, nyari untung dan ngejar cepet selesai aja. Tapi susah banget rasanya untuk bisa mengiklaskan itu, hehe. Apalagi ada satu “trik” yang kayaknya sering dilakukan developer, dan yang kita alami. Jadi, untuk plafon yang jebol itu, kita kontak di awal Januari. Dan constant reminder setiap 1 minggu sekali, 3 hari sekali, selama 2 bulan terus kita lakukan, tapi tanpa hasil. Entah yang katanya kita harus bikin laporan resmi dulu lah (dan kita pun lakukan. 2 kali.), dan tukangnya masih ngejar pembangunan di cluster sebelah, dan tukangnya kecelakaan sehingga sekarang tukangnya mereka cuma 1. Jadi akhirnya plafon jebol itu pun kita yang ganti sendiri. Dan menurut saya, memang ini trik developer: dilama-lamain pengerjaannya, sehingga kita yang udah ngejar waktu untuk pindah dan masuk ke rumah baru akhirnya terpaksa ngerjain sendiri, jadi mereka nggak keluar waktu dan tenaga deh buat ngerjain punya kita!! Tadaaa!!! *empet banget, sorry ya* Anyways.. berdasarkan pengalaman-pengalaman tersebut, please, untuk temen-temen lain yang mau cicil rumah dan akan serah terima, berikut ini ada beberapa tips berdasarkan pengalaman saya dan Ei kemarin:

  • Cek dinding ada yang retak atau nggak
  • Cek pemasangan kusen & engsel-engsel pintu dan jendela udah oke apa belom
  • Cek saluran pembuangan kamar mandi dan septiktank – ada yang bau apa nggak. Kalau ada bau di kamar mandi, kemungkinan arah pipa pengeluaran udara septiktank nggak bener, atau jangan-jangan pipanya cuma asal tancap aja..
  • Buka semua kran dan flush selama beberapa saat, sambil cek meteran air. Habis itu, matiin semua kran, dan cek lagi meteran air. Kalau meteran air berhenti total – it’s a good sign. Kalau meteran air muter, terus mati, terus muter lagi pelan – artinya ada pipa yang bocor di balik dinding. Buka lagi semua kran selama beberapa saat, cek ada rembesan air atau nggak
  • Deal sama developer bahwa nanti abis hujan besar akan cek lagi untuk kebocoran

Yak, ternyata postingan ini panjang sekali! Hehe… Tapi walaupun demikian mudah-mudahan postingan ini bisa membantu teman-teman yang sedang atau akan membangun atau membeli rumah agar lebih smart lagi. 🙂

Tampak depan

Tampak dalam

Taman samping

Advertisements

9 thoughts on “Catatan tentang Serah Terima Rumah Baru

  1. Ainun says:

    Aaaah..kalo aku udah jengkel abis sama developernya, bete pastinya. Kamu sabar juga ya Nena. Selamat menghuni rumah baru semoga nyaman dan membahagiakan 🙂

  2. riana says:

    informatif banget mbak Nena.. makasih banyak..
    baru mo mulai proses nih, insyaAllah juli nanti sekalian mudik, mudah2an lancar, aamiiin.

    huaaa, ternyata banyak yang harus diperhatiin yah. padahal developer gede, herraann..

    btw, sayangnya kayanya kita gak se-cluster deh mbak Nena.. soalnya cluster-ku masih in progress, belum ada yang nempatin. insyaAllah kita di discovery fiore, mbak Nena di discovery yang mana?

  3. Lavina says:

    Ih gila. Itu harus dibikin ilegal kalo mereka ngambil jalan potong kayak gitu, jadi bisa dihukum lewat pengadilan. Kan mereka punya responsibility to their customers to create a safe and sound structure. I mean, itu rumah gitu lho!!! Gimana kalo ada gempa kalo ngecornya asal2an???! Ahhh gue jadi marah sama mereka.

  4. nitamms says:

    Ruko premium di tengah kawasan industri Cikarang. Cocok untuk kantor, showroom, resto, dll. Ready to use. Tersedia unit untuk rental dan beli.. SIlahkan mampir ke iconcitybekasi.wordpress.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s