Cerita Sleep Training-nya Triya

Triya sekarang 10 bulan, and we just made a breakthrough! Okey, mungkin nggak segitunya sih, tapi yang jelas perkembangan baru ini membuat hati saya dan Ei senang!

Jadi, Triya sekarang bisa tidur. Maksudnya bisa tidur adalah, bisa tidur sendiri, tanpa harus dinenenin  atau digendong-gendong atau digoyang-goyang sampai nyenyak, baru kemudian bisa kita taruh di tempat tidur. Sekarang Triya udah bisa soothe herselft to sleep! Jadi tinggal ditaruh, terus dia akan bolak-balik sambil mengeluarkan suara-suara lucu (biasanya yang keluar adalah suara “hhheeehhhhhhhhh” atau “aahhhhhhhh”), terus nanti lama-lama merem sendiri dan tidur sendiri! Hehe. Rahasianya? Cry-it-out method.

Memang sih, metode sleep training yang satu ini agak kontroversial, karena basically melibatkan kita sebagai orang tua untuk ngebiarin si anak nangis. Some see it as evil, some see it as effective. Buat saya dan Ei, it was a necessary process. Diawali dengan kita mulai berpikir bahwa Triya harusnya udah bisa tidur di kasurnya sendiri – bukan tidur di tempat tidur bareng kita lagi. Karena, sooner or later kan dia harus tidur sendiri juga, so might as well start early. Ternyata, we were a tad bit too late. Teori mengatakan bahwa sebenernya sejak umur 4-6 bulan bayi udah bisa diajarin untuk tidur sendiri. Jadi, kita telat sekitar 4 bulan. Tapi, telat sendiri juga relatif kok. Buat saya dan Ei, sekarang adalah waktu yang cukup tepat – karena Triya udah mulai ngerti. Dia tahu kalau siang saya dan Ei mencurahkan kasih-sayang ke dia (ciyeeeh), jadi kalau malam-malam kita biarin dia nangis dia nggak akan ngerasa di-abandon. 😀

Anyways, jadi setelah saya dan Ei memutuskan untuk mulai sleep training Triya, kita mulai browsing selengkap-lengkapnya. Informasi tentang tips praktis seputar CIO atau cry-it-out method kita dapat dari babycenter. Menurut kita, informasinya cukup komprehensif dan ada langkah-langkah untuk mulai dari expertnya. Setelah itu, the game began.

Malam pertama, Triya dinenenin sampai kenyang dan ngantuk, setelah itu langsung ditaruh di boxnya sendiri. Dia ngamuk. Nangis. Kita tinggal dia di dalam kamar, dan kita keluar. Setelah 3 menit, kita masuk, tepuk-tepuk dia dan memposisikan Triya di posisi tidur (karena Triya nangis sambil berdiri gitu), terus kita tinggal lagi. Setelah 5 menit, kita masuk lagi, do the same routine, keluar lagi. Setelah 10 menit masuk lagi, dan terus begitu sampai… 2 jam! Akhirnya Triya kecapekan dan tidur… Hehe…

Malam kedua, Triya nangis-nangis selama 1,5 jam. Malam ketiga, Triya nangis-nangis kecil selama setengah jam. Malam keempat, Triya udah nggak nangis, cuma uh-ah-uh-ah aja selama 15 menit. Malam kelima, 5 minutes and she was down!

Triya bobok sopan

Di antara malam pertama dan malam kelima itu ada:

  • Nenen tengah malam antara 1-2 kali. Biasanya Triya diangkat, dinenenin, terus dibalikin lagi ke boxnya. Di malam pertama dan kedua dia nangis. Di malam ketiga dan seterusnya udah nggak nangis lagi, langsung tidur aja… Atau cukup ditepuk-tepuk pantatnya sambil “ssshhhhh, shhhhssshhh”. 😀
  • 2 kali tidur siang, masing-masing durasinya antara 1-2 jam. Ini supaya Triya nggak terlalu capek dan ngantuk, yang malah nanti akibatnya tidur malamnya nggak nyenyak, karena dia kecapekan. Di tidur siang ini juga saya pakai CIO, jadi tidur siang juga di boxnya sendiri.

Nah, overall, saya puas dengan CIO dan hasilnya untuk Triya. Awalnya saya pikir nanti pindah setting (misalnya, kalau ke Jakarta dan nginep di rumah orang tua) akan susah lagi untuk Triya tidur sendiri. Tapi ternyata kekhawatiran itu tidak terbukti! Triya tetap aja tidur sendirinya gampang. Pertama kita coba di box, sukses. Terus kita coba tidur di kasur, tapi tetap nggak dinenenin, dan ternyata dia bisa langsung tidur juga. 🙂 Yay!

Terus, satu hal yang kita perhatiin adalah, setelah CIO ini tidur siang Triya in general jadi lebih lama (sekitar 10-30 menit lebih lama) dan kayaknya tidurnya juga lebih nyenyak. Mungkin karena dia nggak terpaksa, jadi memang otaknya yang me-rileks-kan dirinya sendiri, dan tidurnya jadi lebih enak kali ya?? Mbuh, tapi yang jelas, the result is very positive for me, Ei and Triya!!

Sooo, untuk para buibu dan pakbapak yang mau coba CIO, ini beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai yaaa…

  • Pastiin kalau melakukan CIO sleep training ini adalah keputusan bulat berdua. Bukan keputusan salah seorang saja. Karena kalau nggak keputusan berdua, nanti bisa saling menyalahkan… Dengerin anak nangis sampai 2 jam itu bukan hal yang menyenangkan lhoo.. Jadi harus kompak dan superkompak. 
  • Diskusikan terms and conditions dengan pasangan. Seberapa jauh akan mencoba CIO ini, bagaimana kalau ternyata CIO tidak cocok untuk anak kita, kalau tengah malam bangun sebelum jamnya nenen bagaimana, apakah setelah nenen tidur di kasur atau di box sendiri, dan lain-lain. Make sure semuanya jelas sebelum mulai, kalau nggak nanti berantem, hehe..
  • Be strong and be sure. Yakinlah kalau ini emang untuk yang terbaik. Jadi nanti nangis-nangis dan kurang tidurnya adalah hanya bagian dari proses yang end-resultnya akan sangat menyenangkan!

Have a good sleep!

Triya bobok nungging

Advertisements

3 thoughts on “Cerita Sleep Training-nya Triya

  1. Nindya says:

    Emak-emak baru mau ikut curhat…

    Waktu Wira masih 6-7 bulan, Ari ngomong kalo, “nanti Wira udah 12 bulan, dia bobo sendiri.” Pas itu, manggut-manggut aja. Malah pas itu cukup semangat Wira disuruh bobo sendiri di kamarnya.

    Sekarang, udah bekerja. Dan ada perubahan yang cukup gede di rumah. Gw sama Ari sama-sama bekerja, dan ga ada ART di rumah. Jadi lah, dari Senin – Jumat, Wira di daycare (atau minjem istilah salah satu anak di daycare, “di sekolah,” hehe :D)

    Akibatnya, bukan anaknya yang drama. Emaknya yang drama 😀

    Gimana ya, pertama, ga kebayang kalo Wira kebangun malem-malem dan minta nyusu, terus harus bangun datengin dia ke kamarnya. Cape, huhu. Udah gitu harus bangun jam 4 pagi tiap hari buat naik kereta jam 6 pagi.

    Kedua, dari emosi gw sendiri 😀 Abisnya, ga rela aja udah seharian penuh ga ndusel sama Wira, terus kesempatan ndusel ke dia cuma malem hari. Itu juga sebagian besar tidur.

    Jadi sampe sekarang Wira masih bobo bareng gw dan Ari, hehe. Sampe kapan, itu belum tau. Mungkin sampe ketika dia bisa sleep through the night dan ga pake kebangun di tengah malem 🙂

    Sejauh ini, Alhamdulillah, Wira bisa bobo sendiri. Yang penting udah kenyang minum susu. Abis itu, dia gelundungan sendiri sampe cape terus bengong lamaaaaa, terus tidur 😀 Kalo dia masih pecicilan, biasanya nyebut kata kunci, “Wira tidur… Wira tidur…” Entah kenapa kata “tidur” jauh lebih efektif dibandingkan “bobo.” Kalo dia denger kata “tidur,” langsung naro kepalanya di bantal dan tiarap 😀

  2. Orchiew says:

    Hai Bunda..
    Ikutan nimbrung ya sama topiknnya. Baby aku skrg juga sdg aku treat CIO tapi setengah2..hehe.. jd problemnya adalah dia maunya bobo digendong. Begitu ditaruh, 5 menit lgs kebangung dan nangis tantrum, and it happens only in nap time. Kalau malam, sejak 3 bulan dia ttp bobo ketika nyusu, abis itu ditaruh dan tidur sendiri. Anyway, utk naptime nya ini CIO aku blm berhasil. Entah tenaga dia kebanyakan atau gmn, nangisnya kuat banget. Baru (kadang) berhasil jam 3 sore gitu, mungkin krn udah cape maen juga. Tapiii..berhubung tinggal di rumah mertua, hari ini mamer libur dan denger babyku nangis2 “baru” setengah jam, kamar langsung digedor dan dimarahinlah kita, katanya ntar bisa step. Bener ga sih baby kelamaan nangis bisa step? Buyar deh nih CIO kalo ga direstuin mertua 😥

    • Nena Brodjonegoro says:

      Hi mbaaak.. Waduh, aku baru denger tuh kalau kelamaan nangis bisa step.. Hm, memang kalau didengar orang tua atau mertua pasti mereka nggak tega denger anak kita nangis yaa.. hehe.. Tapi bisa dicoba atasi dengan kasih pengertian, dan kita pastikan bahwa si anak udah terpenuhi kebutuhannya – udah kenyang, popok kering, nggak kegerahan, dan nggak lagi sakit.. Kemudian, kalau mau mungkin bisa mulai bertahap mbak. Jadi nggak langsung ditinggal, tapi bisa misalnya nggak digendong melainkan ditaruh di stroller dan didorong2. Soalnya kalau buat aku, CIO ini yang penting adalah anak bisa membuat nyaman dirinya, jadi nggak perlu dinenenin sampai tidur, atau harus digendong2 sampai tidur.. 🙂 Semangat yaa!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s