Minggu ke-10

Dua-puluh-empat-hari yang lalu saya tahu bahwa ternyata ada si bebeb kecil yang berumur 6 minggu 6 hari yang mulai berdiam dan tinggal di dalam saya. Dua-puluh-empat-hari yang lalu saya juga tahu bahwa si bebeb besarnya hanya 1 cm, dan detak jantungnya jauh lebih cepat dari saya – 180 per menit. Mengetahui bahwa si bebeb ada dan bahwa dia tumbuh besar di dalam saya saya pikir akan membawa perubahan drastis dalam hidup saya, tapi ternyata tidak. Mungkin belum.

Saya masih tetap suka makan indomie, masih tetap malas memasak, masih tetap suka nyemil makanan yang ber-MSG, dan masih juga suka tidur. Yang terakhir ini bahkan semakin meningkat, sampai-sampai saya harus keluar rumah kalau mau bekerja, karena kalau nggak pasti saya akan tidur….

Sekarang, di minggu ke-10, si bebeb seharusnya sudah lebih besar, mungkin sebesar jeruk nipis. Tapi si bebeb belum mulai bergerak-gerak, dia masih fokus di menempel pada saya supaya nggak jatuh dari pegangannya. Tapi kata dokter dan buku panduan yang saya baca, sekarang ini perkembangan otak si bebeb sedang berada di tahap terpenting, jadi sejak 24 hari yang lalu saya harus minum suplemen asam folat untuk perkembangan otak si bebeb.

Sejak ada si bebeb, rasanya campur aduk. Senang, excited, tegang, khusyu’, lapar dan ngantuk, lebih awas, disayang, takut, dan, well…, khawatir. Khawatir apakah kondisi saya cukup sehat untuk menjaga si bebeb, khawatir apakah ada penyakit yang diam-diam ngumpet di pojokan dan siap menyerang saya dan si bebeb, juga khawatir yang egois – khawatir tentang hidup saya setelah ada si bebeb.

Bagaimana dengan rencana jalan-jalan ke Bunaken, Natuna, Derawan? Les diving? Keliling Turki dan Yunani? Kerja? Menengok teman baik saya di Amerika?

Berpikir tentang berbagai kekhawatiran yang egois itu membuat saya merasa sedikit bersalah. Tentunya saya nggak boleh egois, kan? Being a mom is anything but selfish. Seharusnya saya justru mulai memikirkan si bebeb, karena ini adalah tahapan penting dalam perkembangannya. Ya kan?

Tapi, mungkin di minggu ke-10 ini saya masih boleh egois. Masih boleh berpikir tentang saya, saya, dan saya – sebelum nantinya harus berbagi dengan si bebeb. Masih boleh berkhayal, masih bisa melakukan banyak hal buat saya, dan masih boleh jalan-jalan – jika memang saya kuat dan si bebeb mendukung. Ya kan?

 

Advertisements

4 thoughts on “Minggu ke-10

  1. Rassi says:

    Nyenya, we will try to lure the bebeb to join the trip. He/she will learn to swim when you learn to dive and while Ei eats. Hugs for you and little higs for the bebeb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s