Sebulan menjadi ibu rumah tangga

Tanpa terasa, hari ini sudah pas sebulan saya menikah! Seperti kata semua orang yang sudah pernah menikah, sebulan pertama menikah pasti masih terasa manis sekali… Dan, ya, demikianlah kira-kira…

Sudah sebulan ini saya banyak menggunakan kalimat, “Yah, ikut suami laaah…” I never really saw myself saying that, tapi ternyata kalimat itu sering terlontar dari mulut saya, setelah ikut suami pindah ke Batam. Agak aneh dan canggung awalnya, tapi sekarang, yah, memang begitu faktanya, bukan?

Ketika pertama kali pindah ke Batam dan disapa oleh realita bahwa saya tidak lagi bekerja, saya agak bingung. Bangun tidur, sarapan, mandi…. terus? Memanaskan mobil dan berangkat ke kantor? Tidak. Menyiapkan laptop dan mulai bekerja? Tidak juga. Ternyata yang saya lakukan setelahnya adalaaah… menyapu, mengepel, mencuci piring, dan membersihkan rumah!!

Lantas, setelah itu selesai, saya berleha-leha sejenak menonton tivi atau DVD. Jam 11.45 mulai menyiapkan makan siang, lalu Ei pulang dan kita makan siang bersama (bagian ini sebenarnya cukup manis juga… Satu hal yang kelihatannya sulit dilakukan di Jakarta. 🙂 ). Setelah itu leha-leha lagi, scrap-booking, membaca buku, unpacking kardus-kardus yang saya bawa dari Jakarta, menyiram taman kecil di depan rumah, menyapu halaman, lalu menunggu Ei pulang. Dan, demikianlah kira-kira hari-hari saya berlalu di Batam.

Sesekali saya ikut Ei ke kantor untuk nebeng wi-fi kantornya, menulis blog post, membuka facebook dengan leluasa, memeriksa beberapa akun media sosial saya, bermain Hotel City, dll.

All in all, setelah dipikir-pikir, satu bulan menjadi ibu rumah tangga tidak semenyeramkan bayangan saya sebelumnya. Sedikit santai setelah selalu on-the-go sejak SD ternyata cukup menyenangkan juga. Tidak ada PR, tidak ada tugas atau deadline. Walaupun, saya juga tahu bahwa tidak lama lagi saya akan mulai bosan dan pastinya akan mulai mencari-cari sesuatu untuk dilakukan… Hehe.

Tapi untuk sekarang saya hanya perlu membeli mixer, cake form, dan baking powder, and I’m good!

Advertisements

8 thoughts on “Sebulan menjadi ibu rumah tangga

  1. hanny says:

    coba tolong diceritakan dengan detail apa yang terjadi setelah Ei pulang pada paragraf ini:

    Setelah itu leha-leha lagi, scrap-booking, membaca buku, unpacking kardus-kardus yang saya bawa dari Jakarta, menyiram taman kecil di depan rumah, menyapu halaman, lalu menunggu Ei pulang……. (lalu setelah Ei pulang…?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s