Cerita dari Theme Park Indoor Terbesar di Dunia

Hah? Apa?

Mungkin pertanyaan itu yang ada di benak teman-teman saat membaca judulnya. Lantas bertanya, Memang apa sih, theme park indoor terbesar di dunia? Ternyata, theme park indoor terbesar di dunia ini ada di Indonesia, tepatnya di kota Makassar. Yap, Trans Studio adalah theme park indoor terbesar di dunia (per tahun 2009). Tidak percaya?

Hari Minggu lalu, saya berkesempatan mampir ke sana, setelah menunaikan tugas dari Pesta Blogger. Berdua dengan Fany, kita meniatkan diri bangun (agak) pagi, supaya bisa puas bermain di sana sebelum kami berdua harus terbang lagi sore harinya. Kami meluncur dari hotel jam 10.20, tiba di lokasi jam 10.30, bermain hingga jam 14.30. Bagaimana ceritanya? Silakan simak di bawah ya..

ps: posting ini sarat gambar, dan ada beberapa foto saya sendiri.. *kelihatannya ini posting pertama dengan foto diri sendiri… :D*

Trans Studio terletak di komplek Trans Square, menempel langsung dengan Trans Studio Mall. Saat kami datang, loket di bagian luar sedang direnovasi, sehingga kami membeli tiket lewat loket yang terletak di dalam mall. Mall-nya sendiri besar dan mewah, dengan toko-toko merek ternama yang banyak dijumpai di Jakarta. Yang dominan terlihat adalah Coffee Bean dan Baskin Robbins, yang dimiliki oleh Chairul Tanjung – si empunya Bank Mega dan salah satu pendana Trans Studio.

Dilihat dari luar, Trans Studio sudah cukup membuat saya tertarik dan excited untuk masuk. Loketnya berjejer-jejer dan didesain menarik, bagian depan yang terlihat dari loket pun terlihat menggoda – apik dan penuh kelap-kelip lampu. Karena indoor, bagian atapnya tertutup kain hitam yang dihiasi lampu bintang, sehingga kesannya adem dan romantis… šŸ˜‰

Harga tiketnya Rp. 100rb untuk 15 wahana, tidak mencakup wahana istimewa yang menjadi andalan mereka: Dunia Lain, Roller Coaster, Dragon Tower, Jelajah, Bioskop 4D, dan Studio Trans TV – yang masing-masing tiketnya seharga Rp. 25rb. Untuk bisa menikmati semua wahana tanpa perlu membayar lagi, harga tiket terusannya Rp. 150rb, dan kita akan mendapatkan gelang oranye.

Di dalamnya, ada empat bagian utama: Studio Central, Cartoon City, Magic Corner dan Lost City. Masing-masing dengan wahana yang berbeda, dengan nuansa yang berbeda. Studio Central dibuat seperti kota Hollywood, dengan deretan pohon palem, bioskop, toko-toko dan diner yang didesain cantik. Cartoon City berwarna-warni, berisi banyak wahana untuk anak-anak, dan bangunan di sini bentuknya imajinatif sekali (ada yang seperti burger, misalnya). Magic Corner, tentu saja, gelap dan creepy, dan wahananya memang sedikit menyeramkan, misalnya Dragon Tower dan Dunia Lain. Lost City didesain seperti perpaduan Amerika Latin dan Afrika, sedikit misterius dan antik, dengan totem-totem dan piramid.

Wahana yang (cukup) seru buat saya adalah Roller Coaster dan Dragon’s Tower. Yang lainnya biasa saja. Dan, yang seru pun sebenarnya kurang fenomenal rasanya. Kurang greget mungkin, karena rasanya tanggung. Roller coasternya tidak terlalu curam dan berliuk, jadi sensasinya biasa saja. Dragon’s Towernya juga kurang tinggi, sehingga ketika kita dilepas jatuh ke bawah, belum sempat tegang sudah berhenti. Mungkin karena indoor, sehingga pembangunan wahananya tidak bisa terlalu maksimal.

Tapi, yang menyenangkan adalah karena ini indoor, jadi jarak antara satu wahana dengan yang lain sangat dekat. Kita jadi tidak capek untuk berjalan-jalan di dalamnya. Selain itu, tidak panas karena ada AC yang lumayan dingin. Dan, dekorasinya cantik, membuat kita betah berlama-lama di dalam, walaupun permainannya biasa saja.

Apakah ada teman-teman yang punya kesan lain? Monggo di-share lhoo… šŸ™‚

Advertisements

3 thoughts on “Cerita dari Theme Park Indoor Terbesar di Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s