Belajar melepas

Aku nggak mau lagi ah, kayak gini lagi sama kamu. Biar nanti pas kamu nggak ada, nggak terlalu kehilangan…

Di satu titik, kita semua akan harus belajar untuk melepas. Melepas barang kepunyaan, melepas seseorang yang disayang, melepas memori yang dikenang. Belajar untuk meringankan beban. Belajar untuk mengambil yang baru.

Saya sangat beruntung, menjalani hidup yang nyaman. Sekolah sejak SD tidak pernah terganggu, berat badan cukup, kapasitas otak cukup, teman-teman ada, keluarga pun masih utuh. Entah bagaimana, Yang Di Atas selalu memberi jalan yang nyaman untuk saya tapaki – terkadang sendiri, terkadang bersama. Rasanya, saya selalu mendapatkan apa yang saya inginkan.

Tapi Dia memang Maha Adil. Saat ini diberikanNya saya pelajaran baru untuk diingat, bahwa saya harus belajar untuk tidak mendapatkan apa yang saya inginkan. Saya ingin terus ada di sini, tapi keputusannya sudah bulat – saya tidak bisa terus ada disini. Dan saya harus belajar untuk tidak bisa terus ada di sini.

sumber: http://imgfave.com/view/514404

Advertisements

10 thoughts on “Belajar melepas

  1. Daoz says:

    segala sesuatu hanya milik-Nya mbak, segala materi di dunia hanya titipan.. bukan milik kita bahkan diri kita sendiri milik-Nya yang berhak di ambil kapanpun

  2. Brotoadmojo says:

    mengutip lagunya Letto: “rasa kehilangan itu pasti kan ada, jika kau pernah merasa memilikinya…. ”
    jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, kita harus mensyukuri apa yg kita peroleh.. πŸ™‚
    terimakasih

  3. eva says:

    Kata melepas berimplikasi bahwa sebelumnya kita memiliki atau terlekat pada sesuatu. Setelah belajar melepas, kita bisa belajar untuk tidak melekat terhadap sesuatu.

    Dulu Aa Gym punya perumpamaan: kayak tukang parkir. Mobil di parkiran dia banyak, tapi dia tahu itu bukan miliknya. Setiap mobil di parkiran dijaga, tetapi tak ada rasa memiliki: mobil datang dan pergi dia senang-senang saja.

    ps: walaupun melepas apa yang ingin dirimu lepas kini akan melalui suatu proses yang tak ringan, insya Allah nanti dirimu tetap bisa sama menikmati dan mengapresiasi apa yang dirimu akan terima. Dan tetap bisa mengatakan: emang ya, Tuhan itu Maha Adil, Maha Kasih, Maha Sayang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s