Wetiga: Perjalanan melawan cemas

Perjalanan melawan cemas? Buat apa cemas?? – mungkin itu yang ada di benak teman-teman yang sudah sering mampir ke markas blogger dan onliner Jakarta itu… Tapi buat saya di hari Rabu lalu, saat perayaan HUT 1 Politikana – perjalanan dari kantor menuju Wetiga adalah perjalanan melawan rasa cemas… Cemas tidak kenal siapa-siapa, cemas jadi ‘bego’ di sana, dan cemas kelaparan tidak mendapat teman baru…

Tapi rasa cemas itu harus dilawan, dan rasa pingin tahu saya ikutan berhasil mengalahkannya. Pingin tahu Wetiga seperti apa, pingin tahu teman-teman blogger kawakan di Jakarta itu seperti apa, dan angkringan Wetiga itu seperti apa… πŸ™‚

Fany, dengan baik hati, melipur rasa cemas itu dan bilang:

Dan, saya pun meluncur diiringi cemas dan pingin tahu yang bergantian munculnya.

Sesampai di Wetiga, wajah NdoroKakung yang pertama kali saya lihat dan saya hampiri.. Lalu Fany.. Lalu ada Chichi.. Dan saya pun dikenalkan ke beberapa orang blogger lain seperti mbak Sabai dan mbak Dila. Hati pun mulai tenang… Haaah.. ternyata saya nggak bego-bego amat di sana… *phiuh*

Lalu muncul Adit dan Lurino yang datang saat saya mengantri mengisi daftar hadir (dan mendapat goodie bag yang berisi InotePad). Dan muncul Momon dan si pacar. Dan Epat. Dan banyak lagi!!! Dan saya senang!! Rasa cemas yang ada di jam 7 ketika mendarat di Wetiga tergantikan oleh rasa puas… Terima kasih ya teman-teman!!

*) ini agak-agak posting curhat sebenarnya… πŸ˜€

Advertisements

4 thoughts on “Wetiga: Perjalanan melawan cemas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s