Tentang sekali-sekali spontan

Saya selalu merasa kalau saya adalah orang yang sangat terencana. Saya selalu punya agenda dan to-do list, untuk mencatat apa saja yang akan dan harus saya lakukan. Saya suka merencanakan sebuah acara, perjalanan, termasuk juga ketemuan dengan teman – in advance. Kalau bisa paling tidak 3 hari sebelumnya semua sudah jelas.

Mengenai rencana perjalanan, saya termasuk yang agak obsesif. Harus tahu kita akan kemana hari pertama, hari kedua, hari ketiga, dst. Atau paling tidak, sudah ada list tempat-tempat yang akan dikunjungi. Jadi ketika sampai di tempat tujuan hanya tinggal memilih saja yang mana yang paling nyaman itinerarynya.

Lalu, beberapa bulan yang lalu saya berpikir – I want to be more adventurous! Lebih spontan, lebih berani mengambil keputusan, dan lebih “ayo!”. Saya suka iri ketika adik saya bilang dia mau ke Karimun Jawa minggu depan, atau ketika teman saya bilang dia akan pergi ke Anyer besok. Waaah, senangnyaa!!! Aku ingiiin!! – begitu yang ada di benak saya. Tapi I’ve never done anything like that.

Sampai tiga hari yang lalu. Ketika dia mengajak saya untuk pergi ke Bali, menemani dia menemani seorang teman/partner bisnisnya dari Jerman. Kebetulan saya pernah bertemu dan pernah diajak jalan-jalan menyusuri sungai Rhein tahun lalu ketika mampir di Köln.

Awalnya saya berpikir untuk tidak pergi. Pertama, biar bagaimana pun – mereka rekan bisnis, they’re gonna talk business! Kedua, mereka akan berbicara dalam bahasa Jerman – dan saya akan mengerti 50% saja! Ketiga, ah, apa enaknya pergi ke Bali kalau tidak dengan “rasa” berlibur – karena saya pergi bersama 2 orang yang notabene adalah rekan bisnis.

Tapi kemudian saya bilang, wth, why not? It’s Bali! Dan saya sedang mengambil 1 hari off, jadi saya bisa menambah 1 hari ekstra liburan. Setelah sedikit pingpong mengenai pembelian tiket, kemarin saya membeli tiket untuk berangkat besok malam. Yay!! 1st step to being more spontaneous and being more adventurous!

Ternyata spontanitas itu belum berakhir kemarin. Barusan saja dia menelpon dan mengatakan, “eh, kayaknya kita jadi deh ke Lombok. Coba Nena cari tiket Merpati, berangkat Jumat siang, pulang Minggu pagi”. APAAAA??? Jemari saya pun berloncatan di atas keyboard, mencari tiket Merpati yang disebutkan itu. Dan ternyata masih bisa dipesan online.

Lalu saya pesan. Dan saya bayar. Dan saya print tiketnya. Dan sekarang saya siap pergi. Dan ternyata spontan itu cukup menyenangkan juga!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s