Ketika hujan turun di Jakarta…

….banyak sekali hal-hal yang tiba-tiba muncul berlompatan di pikiran kita. Mulai dari bau hujan yang menyenangkan, lalu-lintas yang tidak terlalu menyenangkan, jas hujan dan payung yang harus dibawa kemana-mana, dan banjir yang kerap menjadi momok. Mungkin karena hujan adalah suatu hal yang tidak terlalu biasa di Jakarta ini.

Hujan pagi ini luar biasa derasnya. Dari jam setengah 6 pagi mulainya – di daerah Joglo, Jakarta Barat. Ketika saya dan adik saya meninggalkan rumah jam 7.15, hujan turun deras sekali. Tidak ada petir atau geludug, tapi hujan konstan derasnya. Kami sudah menduga, pasti macet. Dan, benar.

Perjalanan keluar komplek ditempuh dalam waktu duapuluhlima menit. Selepas perempatan Srengseng terlihat antrian yang tidak normal. Akhirnya kami memutuskan untuk belok kanan, mengambil jalan tikus lewat Kebayoran Lama.

Tapi apa? Ternyata jalan tersebut juga sama macetnya… Dan, tak berapa lama, sampailah kami di ruas jalan yang menurun – dan mobil di depan kami langsung putar balik. Jalanan yang menurun tersebut sudah tergenang tenggelam oleh air. Ada sebuah X-Trail yang mogok di tengah-tengah genangan tersebut… 😦

Saya pun bertanya-tanya. Sudah bertahun-tahun kita, warga Jakarta, tahu bahwa setiap kali hujan deras, Jakarta akan banjir. Dan setiap kali Bogor hujan deras, besar kemungkinannya Jakarta akan kena banjir buangan. Tapi apa yang kita lakukan?

Menunda dan mengalihkan masalah – bukan memecahkan masalahnya. Kita membangung Banjir Kanal Timur dan Banjir Kanal Barat. Pembangunannya makan waktu lama, apakah efektif? Kalau saluran menuju ke situ mampet semua, apakah benar berfungsi?

Pemandangan yang tadi banyak saya lihat setelah hujan mereda adalah orang-orang menyapu, menyingkirkan sampah-sampah ke pinggir jalan. Sampah jadi semakin menumpuk. Tumpukannya semakin meninggi. Sebagian masuk ke got dan saluran air – bikin mampet.

Berita tentang sampah yang menumpuk di pasar Ciputat beberapa waktu lalu juga cukup ironis. Pemerintah kota Tangerang Selatan sampai harus meminta bantuan dari perusahaan Singapura untuk mengolah sampahnya. MENGOLAH SAMPAH saja kita harus minta bantuan negara lain.

Sejak saya SD selalu diberi tahu bahwa banjir disebabkan oleh sampah, yang kemudian menyumbat got dan saluran air lain, yang menyebabkan aliran pembuangan air tidak lancar dan akhirnya meluap dan menjadi banjir.

Harap koreksi saya jika saya salah, tapi bukankah lebih baik memecahkan permasalahan sampah – bukan hanya permasalahan banjir? Bukankah lebih baik membiasakan masyarakat untuk buang sampah di tempatnya, dan membiasakan pemerintah untuk mengolah sampah dengan lebih baik – bukan hanya menumpuk sampah dengan baik? Bukankah lebih baik membeli lebih banyak tempat sampah untuk diletakkan di tempat umum daripada membeli lebih banyak lampu hias?

Tapi, memang seringnya demikian. Menyampah itu jauuuhh lebih mudah daripada membersihkan – apalagi mengolahnya.

Ah.. tapi saya jadi ngomong doang.. Lebih baik saya lebih mendisiplinkan diri saya untuk selalu membuang sampah di tempat yang benar, dan mendidik pembantu saya untuk bisa mengolah sampah dengan baik… Bisa apa lagi saya, selain itu?

Advertisements

2 thoughts on “Ketika hujan turun di Jakarta…

  1. wahyu says:

    Kadang persoalan seperti sampah, drainase, pedagang kaki 5, reklame, tukang becak, pengemis, parkir sering membuat saya berpikir, apa gerangan yang ‘mereka’ kerjakan dibalik meja kantornya ya…

    Sebenarnya, tidak usah lah melakukan banyak program yang bisa membuat dahi masyarakat kebanyakan [seperti saya, tentunya] berkerut, memeras otak untuk memeikirkan apa yang bisa rasakan dari rencana mereka itu.

    Lakukan hal-hal kecil saja yang memang sudah menjadi bagian dari masyarakat kebanyakan. Agar bisa terasa dan bisa menjadi berkah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s