Tentang timing untuk jatuh sakit…

Sudah enam bulan lebih berlalu sejak terakhir saya sakit dan tidak masuk kantor. Lalu, kemarin saya jatuh sakit lagi. 🙂 Menurut saya, sakit yang kemarin (untungnya) tidak parah dan timingnya cukup oke!

Kenapa oke? Karena pekerjaan sedang tidak ada yang terlalu urgent kemarin.. Jadi, kemarin saya memutuskan untuk pulang lebih cepat dari kantor untuk istirahat di rumah. Pada pagi hari saya memang sudah merasa kurang sedap di badan, tetapi karena masih kuat untuk pergi ke kantor, saya pun berangkat ke kantor.

Sampai di kantor ternyata saya masih lemas. Kata seorang teman, mata saya turun. Entah apa maksudnya…, pikir saya kemarin. Pagi ini, saya tahu maksudnya, karena memang mata saya terasa lebih besar. Kemarin rasanya mata saya lebih kecil, lebih menutup. Dan kelopaknya terasa panas. Mungkin efek flu dan sedikit meriang.

Si bos pun mengirimkan sebuah email yang isinya menyuruh saya pulang dan istirahat, karena sedang tidak ada yang urgent hari itu. Dan, supaya tidak sakit di hari-hari berikutnya ketika pekerjaan mulai menumpuk!

Jadi, jam 11.30 saya meninggalkan kantor, dan temanteman di divisi saya yang melambaikan sapu tangan sambil berkaca-kaca (yah, sedikit lebai sih, tapi you got the picture..).Tak lama, pesan-pesan macam ini masuk via Twitter..

*terima kasih yaa, teman-teman..

Setengah jam kemudian saya sudah sampai di rumah, disuruh makan oleh ibu saya (sepotong lasagna sisa dari hari sebelumnya) dan minum air putih yang banyak, serta minum Neurobion 500 (katanya untuk menjaga daya tahan tubuh saya). Tak lama setelah itu saya terlelap…

Jam 15.00 saya terbangun, hanya untuk minum air putih, pindah ke kamar ibu saya, dan terlelap lagi. Jam 5 sore akhirnya saya benar-benar terbangun. Berkeringat deras, kegerahan, merasa kedinginan. Saya pun memutuskan untuk membuat secangkir kopi susu (iya, iya, memang seharusnya teh sihh.. tapi kaan..), dan (lagi-lagi) leyeh-leyeh di atas kursi panjang.. Setelah banyak tidur dan leyeh-leyeh, selepas maghrib saya merasa jauh lebih enak.

Ternyata benar kata si bos. Lebih baik pulang dan istirahat sebelum sakitnya semakin parah… Timingnya tepat – untuk mulai sedikit sakit, dan istirahat, dan kembali lagi ke kantor dengan segar dan sehat.

Pagi ini saya merasa sehat, berangkat ke kantor 20 menit lebih awal (karena kemacetan di Jakarta semakin merajalela), dan sampai di kantor dengan semangat! Dan bekerja dengan lebih keras karena pekerjaan banyak menanti…

Intinya, timingku pas untuk sakit!! So, I am happy!!

*especiale thanke for si Bos, Cupcup, Sharon dan mbak Eva.. 😀 aciih!!

Advertisements

2 thoughts on “Tentang timing untuk jatuh sakit…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s