Usaha untuk pit

Jadii… terbujuklah saya untuk yang kedua kalinya… ikutan pitnes.

Kali ini, yang menjadi tersangka utama adalah seorang rekan sekerja yang duduk di belakang saya, nyaris punggung-punggungan… (yes, you.. you!) Semua berawal dari obrolan ringan tentang hobi, yang membuat kita sama-sama tahu bahwa kita berdua sama-sama suka olahraga. Dia suka olah raga bela diri – tae kwon do, silat, segala macamnya. Saya selalu mencoba-coba olah raga bela diri – sedikit tae kwon do dan silat, dan sampai pada capoeira yang membuat saya jatuh cinta dan bertahan cukup lama.

Akhirnya diputuskanlah bahwa kami berdua akan ikut capoeira! Latihan pertama (yang selalu tertunda) kami jalani dengan semangat membara!!…. yang kemudian pupus sepulang dari latihan pertama.. 😀 badan yang linu-linu, otot dan sendi yang menegang, serta kepala yang ikut nyut-nyutan menahan rasa sakit dari peregangan otot yang sedikit dipaksakan….

Lalu semangat untuk berolah raga lagi pun menyusut selama kira-kira sebulan. Sampai sekitar dua minggu yang lalu semangat itu muncul lagi karena berbagai hal. Pertama, ada dua rekan sekerja yang baru ikut bergabung pitnes, dan kedua, karena rekan kerja yang pertama (sebut saja namanya Jonathan) tiba-tiba berpikir untuk ikut pitnes juga.

Jonathan pun akhirnya mendatangi pitnes pirst untuk bertanya-tanya dan melobi mbak sales representative untuk dapat harga yang lebih bersahabat. Setelah satu jam mengobrol ngalor-ngibul, saling membujuk, harga yang cukup bersahabat berhasil didapatkan! Dengan syarat, Jonathan mengajak teman-temannya, a.k.a, saya!

Jadilah saya pun terbujuk… untuk kedua kalinya… Adik saya (yang menjadi saksi keterbujukan saya yang pertama kali – dan gagal) tentunya dengan semangat mengejek saya. “Nggak ngaruh Sne.. pasti gagal.. pasti berenti di tengah jalaan.. Lihat aja dulu…”

Tapiiii… kita lihat yang sekarang!!! Targetnya, satu bulan latihan minimal delapan kali! Saat ini pertengahan bulan, dan sudah 4 kali latihan. Pertanda cukup baik kan? Kelihatannya hal ini juga dipengaruhi oleh beberapa hal… Peer pressure, tempat latihan yang mudah dicapai dari kantor, mas-mas personal trainer (dapat gratis 3 x) yang persistent, serta tujuan akhir yang mulia…

Kita lihat, apakah kali ini saya mampu bertahan dan keterbujukan ini tidak berakhir pada kegagalan lagi…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s