mencuci emosi lewat perahu kertas

Siang ini emosi serasa dicuci, diubek-ubek oleh perahu kertas dari Dee.

Picture 1

Kisahnya mengalun, menghanyutkan imaji dan mimpi bersama Keenan dan Kugy.

Belajar tentang cinta, tentang hati, tentang pengorbanan, tentang sahabat, tentang keluarga, tentang belajar, tentang memberi, tentang berbagi, tentang bermimpi, tentang menulis, tentang berjuang, tentang sakit, tentang menunggu, tentang diri sendiri, tentang bertahan, tentang ketulusan, tentang pilihan.

Rangkaian kata-katanya menggandeng untuk ikut bersama Noni, Eko, Karel, Remi, Luhde, Poyan, Bimo, untuk mengenal dan berada bersama Keenan dan Kugy.

Lukisan yang tergambar lewat kata-kata itu begitu hidup, membuat emosi yang berada jauh dari Keenan dan Kugy turut terayun, teraduk. Membuat sepasang mata tidak mampu menampung tetesan-tetesan yang juga merasakan.

Seperti baru saja menjalani program pencucian emosi dan perasaan dan impian.

Mengingatkan untuk berterima kasih atas apa yang ada, untuk menghargai rasa yang ada, untuk menyayangi dia yang ada, untuk sanggup merasa apa yang benar dirasa, dan untuk berani memimpikan apa yang belum ada.

Advertisements

8 thoughts on “mencuci emosi lewat perahu kertas

  1. Dewi Lestari says:

    Hai Nena,

    Went directly to your link after approving your comment in my blog.
    Thank you for such a heartful ‘review’. Mudah2an pencucian emosinya menjadi sesuatu yang bermakna untuk perjalanan hati dan hidupmu πŸ™‚

    ~ D ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s