Jurnalis dan Pers 2.0 – a rather flattering post

Berikut adalah beberapa paragraf awal artikel blogpost tersebut:

Diskusi bisa dilakukan di mana saja. Bahkan di ranah daring pun bukan masalah. Selasa lalu, misalnya, saya melakukannya di ruang digital, Twitter, bersama Snezana Swasti Brodjonegoro alias Nena.

Topik yang menjadi pembicaraan saya dengan teman saya yang bekerja di perusahaan konsultan kehumasan Maverick itu adalah peran jurnalis dan posisi pers di era web 2.0 seperti sekarang. Nena lalu merangkum hasil obrolan itu dalam sebuah tulisan. Dan saya membagikannya di sini dengan harapan Anda memperoleh hikmahnya.

Diskusi berawal dari pertanyaan bagaimana seharusnya industri pers Indonesia memenuhi kebutuhan masyarakat, yang kian aktif dan kritis seiring dengan maraknya media sosial, seperti Twitter, Plurk, Facebook, dan YouTube.

Pertanyaan itu berangkat dari kenyataan yang menunjukkan masih adanya koran yang belum menggunakan situs daringnya secara optimal dan efektif. Padahal pers seharusnya menjadikan situsnya sebagai media untuk berita-berita yang cepat berganti, dan bukan hanya sebagai “tempat membuang” berita versi cetak.

Baca selengkapnya di sini. Tulisan ini dipublikasikan pertama kali oleh Wicaksono, di Blog TempoInteraktif.com.

*terima kasih mas Wicak… Feeling flattered for being mentioned in someone else’s article… hehe..

Advertisements

2 thoughts on “Jurnalis dan Pers 2.0 – a rather flattering post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s