merasa nyaman

Kenyamanan itu penting untuk banyak orang. Mungkin, untuk semua orang. Sebagian kecil orang menemukan kenyamanan dengan mudah, sebagian kecil lagi menciptakan kenyamanan dengan mudah, sebagian lain melakukan keduanya – tetapi dengan sedikit lebih sulit. – kalau kamu gimana?

Swiney.

Swiney.

Hari ini genap sebulan dua minggu saya kerja di kantor ini. Rasa nyaman itu muncul sejak minggu ketiga, dan terus memuncak sampai hari ini – di mana rasanya sungguh sangat nyaman sekali. Nyaman duduk di kursi warna pink itu, menghadap kaca jendela berwarna gelap itu, mondar-mandir ke dapur untuk membuat kopi dari stoples-stoples itu, bolak-balik ke kamar mandi itu, jalan-jalan ke meja di tengah itu, cemal-cemil makanan-makanan yang ada di atas meja itu, ledek-ledekan dengan orangorang itu, termasuk mulai beraneh-aneh dengan beberapa orang itu.

Entah, kenyamanan itu muncul atau saya ciptakan atau diciptakan bersama. Jawaban yang politically correct, tentunya yang terakhir. Rasa nyaman itu diciptakan oleh saya, teman-teman sekantor saya, keanehan-keanehan yang terlontar dan termunculkan tanpa atau dengan sengaja, dan yang terakhir, oleh benda-benda yang ada di sekeliling saya.

Untuk yang terakhir ini, baru hari ini saya menyadarinya. Ternyata benda-benda punya efek yang cukup besar untuk menciptakan suasana nyaman. Boneka, mainan, pajangan, poster, semua benda itu ternyata punya kontribusi besar dalam menciptakan kenyamanan yang saya rasakan hari ini. Bukan hanya membuat ruangan kecil divisi new media itu menjadi lebih berwarna, lebih humane, dan lebih asik, tapi lebih dari itu – benda-benda itu membuat kami bicara, tertawa, bertukar pikiran, beraneh-aneh-ria, dan saling meledek satu sama lain.

stoples mini berisi makanan mini untuk kami yang mini-mini

stoples mini berisi makanan mini untuk kami yang mini-mini

Benda-benda mati itu diam, tidak bicara, tidak bergerak – tapi mampu jadi katalis untuk kami semua berbicara, bergerak, berimajinasi. Benda-benda mati itu diam, tidak bicara, tidak bergerak – tapi mampu merefleksikan diri kami dengan lebih dalam, membuat kami membuka diri terhadap satu sama lain dengan cara yang berbeda. Benda-benda mati itu diam, tidak bicara, tidak bergerak – tapi mereka punya peran sama besar dengan kami semua yang bicara dan bergerak di divisi kecil new media ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s