Bumil kok masih nyetir?!

Pertanyaan itu banyak saya dengar sejak saya kembali lagi ke Jakarta sekitar 2 minggu yang lalu. Mobilitas yang cukup tinggi dan jadwal kegiatan yang tidak terlalu fixed dari hari ke hari akhirnya membuat saya memutuskan untuk sesekali menyetir mobil sendiri. Kalau masih bisa diatur sih memang saya memilih untuk bisa nebeng siapa pun yang bisa ditebengin - lebih nyaman dan nggak bengong kalo di jalan macet… :D

Setiap kali ada yang mengetahui bahwa saya masih menyetir sendiri (di usia kandungan 26 minggu), banyak yang lantas bertanya, “Bumil kok masih nyetir sendiri?!”, “Emang nggak pa-pa?!”, “Emang boleh ya?!”. Jawaban saya selama ini enteng saja, “Kan deket…”, “Kan nggak terlalu macet…”, “Nggak pa-pa kok, alhamdulillah nggak ada masalah…”.

Tapi, lama-lama saya jadi penasaran juga… Ditambah, mamah juga berkali-kali mengingatkan, “Nggak bagus lho, kamu bawa mobil sendiri… Kan goncangannya bikin bebeb (si bayi) nggak nyaman.. Terus kamu kan nginjek gas-rem-gas-rem juga itu ngasih tekanan ke janin…”. Awalnya saya agak skeptis dan berpikir kalau mamah ini berlebihan… Tapi, katanya kalau sedang hamil nggak boleh durhaka dan ngrasani orang lain! Jadi, saya memutuskan untuk cari-cari info seputar hal ini.

Jadi, ternyata memang benar kalau menyetir sendiri di saat hamil, terutama hamil besar, itu sangat tidak dianjurkan. Dan ternyata memang goncangan yang dialami saat berada di mobil juga tidak baik – apalagi kalau terlalu keras. Jadi, disarankan untuk lewat jalan yang tidak berlubang-lubang, dan naik mobil yang bersuspensi lembut, biasanya yang menggunakan per keong.

Pakai sabuk pengaman juga harus – walaupun kadang rasanya memang kurang nyaman. Karena itu, sabuk pengaman harus dipakai di bawah perut, dan menyilang di depan dada. Kadang, kalau saya merasa itu masih kurang nyaman, sabuk pengamannya saya pakai di lutut (bukan di bawah perut), dan menyilang di depan dada. :D

Lalu, menyetir di saat hamil juga sebaiknya dilakukan sebelum usia kandungan mencapai 27 minggu atau sekitar 7 bulan. Setelah itu, sebaiknya tidak menyetir sendiri. Mungkin kecuali kepepet…

Well, setelah tahu bahwa ternyata memang pertanyaan dan kekhawatiran teman-teman dan keluarga itu punya dasar yang kuat, mungkin mulai minggu depan saya akan berhenti menyetir sendiri…