MPASI (Dini) Perdana Reina

Setiap anak memang unik dan nggak bisa disamakan satu dengan yang lain. Waktu Triya mulai MPASI, walaupun berat badannya pas-pasan, tapi karena memang lahirnya kecil dan kenaikan berat badannya relatif normal, Triya mulai MPASI pas di usia 6 bulan (paling nggak itu yang terkontrol ya, sebelumnya sih sudah dikasih madu, potongan kecil roti, dlsb. oleh eyangnya…). Reina yang lahirnya lebih besar dari Triya ternyata justru disarankan MPASI dini oleh dsa-nya, dokter Tiwi. Why, oh why?

Jadi, kenaikan berat badang Reina setelah bulan ketiga ternyata nggak memuaskan. Jadi, dari lahir sampai umur 3 bulan, kenaikan berat badannya 2,8kg. Jadi berat badan lahirnya 3,2kg, dan pas 3 bulan beratnya 6kg. Tapi dari bulan ketiga sampai kelima, naiknya cuma 3ons (GASP!). Pas 5 bulan, beratnya 6,3kg sajaaaa… Jadilah dr. Tiwi menyarankan Reina MPASI, karena berarti kebutuhan energi dia sudah nggak bisa lagi dicukupi oleh ASI-kyuu belaka. Mulainya dengan buah, lanjut dengan bubur beras, baru pas 6 bulan mulai dengan sayur. Targetnya, dalam 1 bulan beratnya naik 500gr.

Kalau ditanya kenapa berat badannya naiknya sedikit sekali dari bulan ketiga sampai kelima, jawabannya: entahlah. Perasaan sih semuanya berjalan dengan relatif normal. ASI kayaknya masih keluar dengan normal, hasil pompaan juga masih stabil, pola tidur kurang lebih juga sama. Tapi memang kayaknya Reina tipe light sleeper, yang gampang terbangun. Jadi memang untuk tidur siang jadinya sedikit. Mungkin karena itu ya, soalnya kan pas tidur justru produksi hormon pertumbuhan meningkat. Anyhow, kita mulai MPASI pada usia 5 bulan.

MPASI pertama Reina berbeda dengan Triya. Triya mulai dengan semi-baby-led weaning, finger food sayur-sayuran. Reina mulai dengan pisang dan minum ASIP. Alhamdulillah responnya sih positif. Dari sebelum-sebelumnya memang kita lihat dia sudah cukup tertarik kalau lihat makanan. Pas awal-awal Reina masih belum terlalu pintar menelan, jadi banyak yang keluar lagi.. Hehe. Tapi setelah sekitar 5-10 menit dia mulai bisa adaptasi. Yay!

Setelah pisang, lanjut dengan pepaya, pir kukus, alpukat, jeruk dan mangga. Sejauh ini yang kelihatannya Reina paling suka mangga, dan paling kurang suka alpukat. :)

Hari ini Reina sudah 2 minggu lebih mulai MPASI, dan beratnya sekarang 6,7kg, naik 4ons. I am happy. Walaupun di awal-awal saya sempat mempertanyakan apakah benar-benar harus MPASI dini – karena sebenarnya menurut saya Reina tidak terlihat “kurus dan kurang gizi”, ditambah lagi untuk ASI eksklusif 6 bulan hanya tinggal 1 bulan lagi. Tapi akhirnya, saya memutuskan untuk mulai MPASI lebih cepat, simply because at this situation, I think I shouldn’t put my ego first and my daughter’s well-being second. :)

Screen Shot 2014-10-09 at 3.29.03 PM Screen Shot 2014-10-09 at 3.46.44 PM

Introducing: BabyJazz!

Kalau postingan sebelumnya memperkenalkan baby Reina, anak terkini; maka postingan ini memperkenalkan percobaan bisnis terkini, BabyJazz. Horee!!!

Yuk, kenalan dengan BabyJazz!

Apa itu BabyJazz?

BabyJazz adalah bisnis handmade and custom-made baby accessories yang dididirikan oleh Nena dan Arum. Kami berdua suka iseng-iseng bikin karya dari bahan-bahan lucu, dan sudah lama ingin menjadikan ini bisnis yang berkesinambungan, tapi karena idenya sebelumnya hanya disimpan sendiri jadi nggak kejadian-kejadian. :D Sekitar 3 bulan lalu, setelah membeli karya iseng dan one-of-a-kind milik Arum, yaitu doll carrier, Nena mengajak Arum untuk bergabung dan serius menjalani bisnis ini. Akhirnya sepakat – Arum akan bertugas di divisi produksi, Nena bertugas di divisi pemasaran, dan kita berdua bertanggung jawab untuk pengembangan produk.

Jualan apa aja sih?

Sementara ini BabyJazz fokus pada produk-produk aksesoris kebutuhan bayi dan balita, seperti diaper pouch, drool pad, celemek anak, bib/slaber, serta dasi kembar ayah dan anak. Ukuran bisa dibuat sesuai permintaan pelanggan, motif bahan juga bisa dipilih. Sementara ini kami baru fokus di produk-produk tersebut, tapi mudah-mudahan ke depannya akan bisa mengembangkan produknya menjadi lebih beragam dan bisa lebih banyak memenuhi permintaan custom-made yang lebih beragam.

Di mana bisa lihat koleksinya?

Koleksi lengkap BabyJazz bisa dilihat di Instagram: @babyjazzid, dan Facebook page BabyJazzID. Berhubung ini masih dalam tahap awaaaaal sekali, kalau teman-teman berkenal follow dan like IG dan FB BabyJazz, kami berdua akan sangat senang sekali!

Kok, masih sedikit koleksinya?

Yup, koleksinya masih sedikit, tapi akan terus berkembang kok! :D Harap dimaklumi ya, karena Nena dan Arum sama-sama punya dua anak, yang berumur 2,5 dan 3 bulan. Jadi tingkat kerempongannya sedang cukup tinggi, hihi. Tapi worry not, Arum punya dua tangan ajaib yang kadang bisa produksi walaupun dikelilingi oleh kerempongan dari dua orang anaknya. ;)

Gimana cara pesannya?

Untuk pesan, bisa langsung meninggalkan komentar di IG atau FB, atau bisa juga kontak Nena melalui Line: snezanasb, dan WA di 0811858421.

Screen Shot 2014-08-09 at 11.19.05 PM     Screen Shot 2014-08-09 at 11.21.14 PM

Demikian perkenalan singkat dengan BabyJazz yaa.. Semoga berkenan, dan semoga selanjutnya teman-teman semua akan follow, like, dan order.. heuheuhee.. :D

Introducing: Baby Reina!

Hai kawans! Lama tak jumpa!

Terakhir nulis masih ibu satu anak, sekarang alhamdulillah sudah jadi ibu dua anak, heuheuhe.. :) Dan, berikut ini adalah adiknya Triya, namanya Reina. Salam kenal!

Screen Shot 2014-08-05 at 9.42.30 PM

Ternyata, seperti kata teman saya Hanna – and I couldn’t agree more – punya anak dua itu capeknya bukan dobel, tapi eksponensial. Dan karena itu juga saya jadi tahu kenapa adik saya dulu fotonya lebih sedikit dari saya. Karena ketika sudah punya dua anak –¬†boro-boro ingat mau foto-foto, kadang mau mandi saja harus curi-curi waktu. :D Alhasil, foto Reina memang lebih sedikit daripada foto-foto Triya dulu.. hiks!

Kalau dibandingkan dengan pengalaman pra dan pasca¬†melahirkan Triya dulu, prosesnya Reina alhamdulillah relatif lebih mudah. Kehamilannya sama-sama tidak memberatkan, proses persalinannya juga (sekali lagi alhamdulillah) nggak terlalu sulit. Setelah Reina pulang ke rumah juga nggak terlalu banyak khawatir karena sudah pernah mengalami hal yang sama dengan Triya. Apalagi waktu Triya dia sempat kuning banget dan harus disinar selama 5 hari, sementara dengan Reina dia lebih sehat sejak lahir dan “hanya” perlu disinar 24 jam. Belajar dari pengalaman Triya dan Reina, kalau nanti ada adiknya lagi, harus siap-siap ASI donor sejak hari pertama! Karena golongan darah saya O, dan Ei A, jadi hampir pasti anak kami punya masalah ABO incompatibility yang menyebabkan dia akan kuning. Jadi, daripada menunggu ASI saya keluar dan belum banyak dan dia harus disinar dan kehausan, lebih baik dari hari pertama sudah diberi ASI donor. Hehehe.

Dengan Reina sekarang juga saya jauh lebih santai dibandingkan dengan ketika Triya baru lahir. Saya bahkan sudah bisa menitipkan Reina ke ART saya (yang memang kebetulan punya adik kecil dan sudah terbiasa mengurus bayi) sejak dia berumur 2 bulan. Awalnya cuma ke Hero, lalu berani untuk ikut kelas yoga di dekat rumah, sampai sekarang Reina umurnya 3,5 bulan saya bisa pergi selama setengah hari. :D

Penerimaan Triya terhadap Reina juga alhamdulillah positif. Awalnya saya sempat khawatir Triya akan cemburu besaaar! Tapi saya salah besaaar! Yaa, memang sih, ada momen-momen di mana Triya nggak mau saya lepas sama sekali walaupun adiknya nangis-nangis (misalnya, dan terutama, pada saat Triya sedang mengantuk atau¬†cranky). Tapi selain itu,¬†she’s been a great big sister. Dia suka cubit-cubit pipi Reina sambil bilang, “T(r)iya gemes mam!”. Atau langsung cium-cium pipi adiknya ketika bangun tidur. :)

Screen Shot 2014-08-05 at 9.55.40 PM

Tapi, memang dengan adanya dua anak ini, salah satu kebahagiaan terbesar adalah ketika mereka tidur di saat yang bersamaan. That’s when mamam gets some quiet time to sleep, or open up her laptop. :) Good nite!

Triya Reina

 

4 Bulan Tanpa Ngeblog. Rekor!!

Time flies. And imagine how quickly 4 months fly! Tanpa satu pun postingan!!!!

Sebagaimana pengalaman sebelum-sebelumnya, biasanya kalau nggak sempat ngeblog itu tandanya lagi sibuk alias banyak kerjaan. Dan empat bulan terakhir ini kayaknya perpaduan dari banyak kerjaan, banyak keriaan dan banyak kemalasan yang akhirnya berujung di posting rangkuman 4 bulan terakhir ini.. heuheuhe..

Empat bulan ini Triya udah tambah gede. Sekarang udah jalan 22 bulan, udah disapih karena mamamnya ternyata udah hamil dari bulan Juli kemarin, dan udah mulai disiapin untuk tidur sendiri di kamarnya. Tadinya Triya mau kita pindahin ke kamarnya setelah si Bebeb lahir. Tapi setelah baca sana-sini, akhirnya memutuskan kalau perubahan-perubahan yang (harus) ada itu sebaiknya dilakukan sebelum si Bebeb lahir supaya Triya nggak merasa bahwa semua harus berubah karena ada adik kecil ini. Jadi sekarang kita sedang siap-siap secara mental – baik Triya maupun mamam-bapaknya – untuk mindahin Triya ke kamarnya.

Empat bulan ini juga kerjaan mulai banyak. Triya udah mulai gede dan bisa ditinggal-tinggal sama mbaknya, jadi mamamnya mulai berani (kadang kelewatan juga sih) ngambil kerjaan yang lebih banyak. As per now, ada empat kerjaan yang lagi dijuggling: ngajar di kampus, freelance di konsultan komunikasi, part time di satu project dan satu bisnis. Jadilah dari 5 hari kerja, 3-4 hari biasanya pasti keluar rumah. Dan itu bikin kangen Triya banget. On top of bikin capek dan belajar menerima kemacetan Jakarta. Tapi semua harus dinikmati dan dijalani, ya toh?? Alhamdulillah masih ada yang mau hire ijke.. ;)

Empat bulan ini juga mamahku sakit dan nggak bisa jalan karena sarafnya ada yang kejepit. Setelah dipikir-pikir, mungkin itu juga yang makan waktu cukup banyak. Perubahannya lumayan drastis – baik secara fisik maupun mental – karena si mamah itu doyan banget jalan. Sekarang dia harus diam tiduran terus di tempat tidur. Jadi dinamika keluarga juga berubah dan banyak penyesuaian yang harus dilakukan. So far, so good. Dan sejujurnya saya salut sama si mamah yang ternyata cukup kuat dan positif menghadapi cobaan yang ini. Kudos, mamici!

Lantaaaas… apa lagi ya? Ooo, yang terkini adalah, saya dan Ei memutuskan untuk menunda menyekolahkan Triya. Nanti aja deh, tahun depan. Jadi sebagai gantinya kita memutuskan untuk berinvestasi di ensiklopedi anak. :) (cerita lengkap di postingan terpisah ya..)

Sampai di sini dulu ya, update-nya.. :D

Ramadhan hari 14: sometimes it’s okay to let go…

Hari ini padat! Super padat! Dan super-magical! Kenapa?

Pertama, hari ini ada agenda ke Bandung. Tujuannya cuma 2 tempat, itu pun lebih ke arah menjalankan errands aja, jadi memang rencananya cepat-cepat, setelah itu langsung meluncur balik ke Jakarta. Perjalanan dari rumah dimulai jam 8 pagi, dan jam 10.40 sudah sampai di flyover Pasopati! HA! Jam 12.30 semua urusan sudah selesai, dan langsung meluncur pulang. Perjalanan pulang lebih ajaib lagi, karena jam 14.30 sudah mendarat di Lotte Mall Bintaro untuk mampir beli titipan mamakku. Hore banget yaa??

Kedua, hari ini ada agenda ketemuan sama Leli, teman SMA dan kuliah yang sudah sekitar 3 tahun nggak ketemu. Rencananya mau bawa Kenzo dan Triya playdate di Playparq. Ternyata sampai rumah Triya badannya sedikiiiiiit anget dan melernya masih belum membaik. Tapi karena (mamamnya rada egois dan nekat dan) udah lama nggak ketemu dan udah 2 kali reschedule playdate ini, jadi hajaarr!! Dan, terbukti cukup benar, karena sampai di Playparq Triya happy banget. Nggak lama udah akrab sama Kenzo. :)

Karena badan Triya agak anget dan dia lagi agak flu, hari ini rencananya memang nggak mau ajak Triya main air. Tapi begitu dia lihat area main air, si bibil langsung teriak, “Enaaam (berenang)!! Auuu (mau)!! Enaamm…” Begimana dong yaa?? Leli dan Kenzo udah duluan ke kolam, dan Triya langsung pingin ikutan. Setelah kontemplasi, ditambah dengan bujukan Leli dan kalimat mautnya, “Pilek kan virus, nggak ada hubungannya sama air dingin…”, akhirnya Triya pun main air. Cuma basah-basahan aja sih, nggak semuanya nyebur. Tapi sebagai emak-emak dengan anak yang rada nggak fit tetep aja rada ketar-ketir.

Mesra sama Kenzo Continue reading

Ramadhan hari 13: mungkin kurang banyak zakat…

Awalnya pas hari Jumat kemarin terima SMS ini:

SMS dari DHL

Terus langsung lemes deh… There it goes again…

Jadi, seperti diumumkan sebelumnya, sekarang akyu iseng-iseng bisnis kecil-kecilan. Tapi kayaknya karena bisnisnya itu adalah menjual barang yang lagi booming, kayaknya banyak orang yang juga mengimpor produk yang sama, dan karena itu di Bea Cukai mulai susah banget masuknya. Sebelum-sebelumnya nggak pernah dipermasalahkan izin POM-nya, tapi sejak Maret kemarin mulai agak susah. Jadi dengan paket ini yang tertahan, sudah ada dua paket yang tertahan dan entah bagaimana nasibnya. Sebelumnya paling cuma diminta untuk bayar cukainya saja.

Setelah tanya kanan-kiri, kayaknya susah. Karena dua hal:

  1. Surat Keterangan Impor dari POM itu hanya bisa didaftarkan dan dikeluarkan oleh POM untuk badan usaha dengan ijin usaha. Jadi kalau pengimpor pribadi macam saya ini ya, kecuali punya kenalan yang mau berbaik hati di POM kali yee, dadah-bye-bye aja deh, karena SKI nggak dikeluarkan untuk perorangan.
  2. Pas paket sebelumnya yang tertahan, nilai paketnya sekitar USD600, dan nyoba untuk nembak (am I gonna be arrested because I admit this publicly???). Ternyata petugasnya minta 12juta. Twice as much as harga barangnya. Ya sutra lah yaa…

Kalau menurut Ei, mungkin ini adalah uang-uang yang sebenarnya bukan rejeki buat saya. Jadi mungkin seharusnya uang-uang itu disedekahkan atau dizakatkan, tapi belum sempat, jadilah dia berpindah tangan dengan cara ini. Dengan demikian, sekarang ada dua pilihan:

  1. Berhenti impor barang dan berhenti jualan Bath & Body Works. Artinya Kiosquette jadinya fokus ke jualan produk lain mungkin…
  2. Mendirikan Kiosquette jadi badan usaha resmi alias jadi perusahaan. :D

Menurut teman-teman, yang mana? :D

Ramadhan hari 11: supaya Triya bisa panen…

Berawal dari celotehan iseng Ei untuk menanam tanaman konsumsi pribadi macam cabe, tomat, dan bawang, akhirnya weekend kemarin kami menyambangi Toko Trubus di sektor 9 untuk belanja-belanji… Setelah putar-putar dan lihat-lihat, akhirnya kami pulang dengan membawa 1 pohon jambu biji, 1 pohon jeruk nipis, 1 pohon jeruk lemon, bibit cabe, bibit tomat, bibit timun, media tanam, kompos, pot-pot dan 2 kotak penyemaian. :D

Sampai di rumah, sesuai dengan instruksi dari mas-mas Trubusnya, bibit cabe dan bibit tomat harus disemai. Jadi saya pun sibuk menyemai bibit! (that’s a sentence I never thought I would say!) Untuk bibit cabe dan tomat, di masing-masing kotak penyemaian cukup ditaruh 1 atau 2 biji, nanti kalau sudah cukup besar, baru bisa dipindah ke tanah atau ke pot yang besar. Sementara untuk bibit timun, ditaruh langsung di pot yang besar, dan diisi dengan 3 biji. Dan, ternyata, bibit-bibit itu memang cuma biji tomat, biji cabe dan biji timun… (agak bodoh ya gue, for not knowing…) Jadi bisa aja kayaknya kalau kita langsung tanam biji cabe, biji timun dan biji tomat dari buahnya yang nggak kita makan…

Si tomat dan si cabai

Setelah kira-kira 3 hari, bibit cabe (atau tomat ya??) sudah mulai kelihatan tunasnya, sementara yang satunya masih belum terlihat ada tanda-tanda tumbuh. Setelah 6 hari, baru deh tanaman yang satunya juga mulai kelihatan tunasnya… Untuk si timun, setelah kira-kira 3 hari juga dia sudah mulai bertunas, dan setelah 7 hari sudah kelihatan ‘gendut’ gitu, dibandingkan dengan si tomat dan si cabe.

Walaupun entah nanti jadinya bagaimana, apakah beneran bakal tumbuh dengan baik atau tidak, tapi melihat tanaman mulai bertunas itu rasanya seneng banget. Rasanya jerih payah menanam tuh terbayar… *lebay ya..* Dan, kalau kata Ei, “Coba kamu bayangin nanti Triya sibuk metik-metik cabe, tomat, gitu… Lucu kan??”, itu juga membuat semangat menanam. Maklum deh ya, anak ibukota kan jarang lihat pohon buah, tahunya buah yang ada di supermarket aja yaa.. Jadi motivasi utama menanam ini bukanlah swadaya pangan, tapi supaya Triya bisa ngerasain metik buah langsung dari pohonnya… Semoga saja dengan dia ngerasain memetik buah langsung dari pohonnya, Triya (beserta bapak dan mamamnya) bisa lebih menghargai kerja keras dan lingkungan. Amin!

Screen Shot 2013-07-21 at 9.25.54 PM